Doa Agar Disempurnakan Cahayanya dan Memohon Ampun

Doa Memohon Kebaikan
#umum

رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Robbanaa atmim lanaa nuuronaa, wagh-fir lanaa, innaka 'alaa kulli syai-in qodiir.

Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. At Tahrim [66]: 8).

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

Doa Lain dengan Kategori 'Doa Memohon Kebaikan'

Doa Agar Diri Dan Keluarga Tetap Mendirikan Shalat (Doa Nabi Ibrahim)

(QS. Ibrahim [14]: 40).

Doa Agar Menjadi Hamba Yang Bersyukur Dan Agar Bisa Beramal Shaleh (Doa Nabi Sulaiman)

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=287408304641699&set=a.128972147151983.21826.113035155412349&type=1

Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, 'Afaf (Terjaga) Dan Ghina (Merasa Cukup)

HR. Muslim no. 2721. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membaca doa: (doa di atas).

Doa Memohon Ketakwaan dan Jiwa yang Suci

HR. Muslim. Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=563403433708850&set=a.128398600542671.21609.113035155412349&type=1

Doa Agar Dilapangkan hati dan Dimudahkan Urusan dan Ucapan (Doa Nabu Musa)

Doa ini adalah doa yang amat manfaat. Doa ini berisi hal meminta kemudahan pada Allah dan agar dimudahkan dalam ucapan serta dimudahkan untuk memahamkan orang lain ketika ingin berdakwah. Doa ini dari Nabi Musa 'alaihis salam. Namun doa ini bisa diamalkan pula oleh kita sebagaimana ditunjukkan oleh para ulama dalam berbagai kitab doa kumpulan mereka.

Doa Memperbaiki Urusan Agama dan Dunia

HR. Muslim no. 2720. Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berdoa sebagai berikut: (doa di atas). An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab “Berlindung dari sesuatu yang telah diamalkan dan apa-apa yang belum diamalkan”.

Doa Melihat Hilal ( Bulan Tanggal Satu)

HR. Ahmad dalam musnadnya 888, Ad-Darimi dalam sunannya 1729, At-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir 13330. Hadits ini digolongkan hadits shahih li ghairi oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no. 1816, dan dinilai shahih oleh Syu'aib Al-Arnauth dalam Ta'liq Musnad Ahmad 3/171.

Doa Melihat Permulaan Buah

HR. Muslim 2/1000. Sumber: Hisnul Muslim.

Doa Memohon Hisab yang Mudah

HR. Ahmad 6/48. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih selain perkataan: Saya telah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada sebagian shalatnya membaca: (doa di atas). Ini adalah tambahan di mana Muhammad bin Ishaq bersendirian dalam meriwayatkannya. Hadits selengkapnya: Dari Aisyah, ia berkata, saya telah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada sebagian shalatnya membaca: (doa di atas). Ketika beliau berpaling saya bekata, "Wahai Nabi Allah, apa yang dimaksud dengan hisab yang mudah?" Beliau bersabda, "Seseorang yang Allah melihat kitabnya lalu memaafkannya. Karena orang yang diperdebatkan hisabnya pada hari itu, pasti celaka wahai Aisyah. Dan setiap musibah yang menimpa orang beriman Allah akan menghapus (dosanya) karenanya, bahkan sampai duri yang menusuknya." Yang dimaksud dengan doa tersebut diterangkan dalam hadits di atas. Maksud "hisab yang mudah" adalah saat di mana dosa-dosa seorang mukmin di hadapkan pada Allah, lalu ia pun mengakui dosa-dosanya itu. Kemudian setelah itu Allah mengampuni dosa-dosanya setelah ia bersendirian dengan Allah dan tidak ada seorang pun yang melihatnya ketika itu. Dari Shafwan bin Muhriz bahwa seorang laki-laki pernah bertanya kepada Ibnu Umar, "Bagaimana Anda mendengar sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang An Najwa (bisikan di hari kiamat)?" Ibnu Umar menjawab, "Yaitu salah seorang dari kalian akan mendekat kepada Rabb-nya. Kemudian Dia meletakkan naungan-Nya di atasnya. Kemudian Dia berfirman, 'Apakah kamu telah berbuat ini dan ini?' Hamba itu menjawab, 'Ya, benar.' Dia berfirman lagi, 'Apakah kamu telah melakukan ini dan ini?' Hamba itu menjawab, 'Ya, benar.' Dia pun mengulang-ulang pertanyannya, kemudian berfirman, 'Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosa tadi (merahasiakannya) di dunia dan pada hari ini aku telah mengampuninya bagimu.'" (HR. Bukhari no. 6070). Inilah yang dimaksudkan dengan hisab yang mudah di mana dosa-dosa seorang hamba yang beriman itu dimaafkan. Sumber: http://rumaysho.com/amalan/ya-allah-hisablah-aku-dengan-hisab-yang-mudah-1511

Doa Agar Ucapan Terjaga Saat Marah maupun Ridha

HR. Ahmad IV/264. Agar tak ada dusta, ketidakadilan dan kata-kata kotor saat emosi memuncak. Sumber: BBG Al-Ilmu (BlackBerry Group)

Doa Memohon Melihat Wajah Allah Swt.

HR. Nasai 1305 dan dishahihkan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

Doa Agar Mencintai dan Dicintai Allah

HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan dishahihkan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

Doa Memohon Banyak Kebaikan

HR. An Nasaa-i no. 1305 dari Sahabat Amar bin Yasir dan dishahihkan Al Albani dalam al-Kalimuth Thayyib no. 105. Sumber: BBM Ibnu Mukhtar (PIN 2666B091)

Doa Agar Diterima Amal Ibadah dan taubat (Doa Nabi Ibrahim)

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

Doa Agar Tergolong Orang Beriman (Doa Nabi Ibrahim)

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

Doa Agar Bertawakal Hanya Kepada Allah

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

Doa Agar Disempurnakan Cahayanya dan Memohon Ampun

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

Doa Memohon Rahmat dan Petunjuk

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

Doa Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Islam dan Tergolong Orang Saleh (Doa Nabi Yusuf)

Sumber: https://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/photos/a.443228542443876.1073741825.145491612217572/611879738912088/?type=1

Doa Memohon Petunjuk dan Kebenaran

HR. Muslim no. 2725. Dari ‘Ali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepadanya, “Ucapkanlah: (doa di atas).” Faedah hadits:

Doa Memohon Kesabaran dan Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Muslim

(QS. Al A'raf [7]: 126).

Doa Memohon Dihidupkan Jika Itu Baik, dan Dimatikan Jika Itu Baik

HR. Bukhari no. 6351, 5671 dan Muslim no. 2680. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan: (doa di atas).” Dalam hadits di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang berangan-angan agar mati. Dalam riwayat dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah berdoa meminta mati sebelum datang waktunya.” (HR. Muslim no. 2682). Dalam hadits di atas terkandung larangan bagi setiap muslim untuk berangan-angan mati (dalam pikiran) atau berdoa (dengan diucapkan) meminta kematian karena musibah yang dia alami, baik berupa kemiskinan, kehilangan sesuatu yang berharga, penyakit tertentu yang parah, luka secara fisik, atau musibah-musibah lainnya. Alasan Pelarangan: Perbuatan tersebut menunjukkan keluh kesah terhadap musibah yang menimpa, tidak ridha dengan takdir Allah Ta’ala dan menentang takdir yang telah Allah Ta’ala tetapkan. Yang menjadi kewajiban bagi seorang muslim adalah bersabar dalam menghadapi musibah. Kewajiban sabar ini berdasarkan ijma’ ulama. Yang lebih utama dari sabar adalah bersikap ridha terhadap musibah atau takdir dari Allah Ta’ala tersebut. Ridha terhadap musibah hukumnya sunnah, tidak sampai derajat wajib, menurut pendapat yang paling kuat. Berdoa meminta kematian tidaklah mendatangkan maslahat, namun di dalamnya justru terdapat mafsadah (keburukan), yaitu meminta hilangnya nikmat kehidupan dan berbagai turunannya yang bermanfaat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidaklah bertambah melainkan akan menambah kebaikan.” (HR. Muslim no. 2682). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang baik, semoga saja bisa menambah amal kebaikannya. Dan jika dia orang yang buruk (akhlaknya), semoga bisa menjadikannya bertaubat.” (HR. Bukhari no. 5673). Sumber: https://muslim.or.id/43190-hukum-berdoa-mengharapkan-kematian.html

Doa Memohon Keteguhan, Petunjuk Sekaligus Sebagai pembeli Petunjuk

HR. Bukhari, Muslim. Asal doa ini adalah bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Jarir Bin Abdillah al-Bajali Radhiyallahu anhu, “Wahai Jarir! Buat aku nyaman dari Dzul Khalashah (dengan melenyapkannya)”. Yaitu sebuah bangunan (terdapat berhala di sana) milik Khats’am yang biasa disebut dengan Ka’bah Yamaniyah. Maka Jarir pun segera bertolak bersama 150 ksatria berkuda. Dan Jarir saat itu mengeluhkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dirinya yang tidak bisa duduk mantap di atas pelana kudanya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk dada Jarir, dan mendoakannya, “Ya Allah, teguhkanlah ia, dan jadikanlah ia pemberi petunjuk sekaligus mendapat petunjuk.” (Lihat Shahih al-Bukhaari kitab al-Jihad wa as-Siyar; Bab Harq ad-Duur wa an-Nakhiil no 3020; juga no 4356; Muslim kitab Fadhaa’il ash-Shahaabah Bab min Fadhaa’il Jarir Bin Abdillah no 2475 dan 2476). Dalam doa ini terkandung permohonan agar diberi ketegaran dan kekokohan dalam segala hal, baik tegar secara fisik maupun mental, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Permohonan agar diberi kekokohan tersebut sifatnya umum dan menyeluruh, seperti yang ditunjukkan dalam ungkapan tersebut yang tidak menyebutkan obyeknya (maf’ul bih). Artinya tegar dalam segala hal. Tegarnya hati sekaligus fisik dalam menghadapi musuh, tegar menghadapi fitnah, syahwat, syubhat, tegar saat menjemput kematian agar tidak disesatkan syetan, tegar di alam Barzakh, juga tegar di hari akhir di atas Shirat. Ini adalah termasuk jawaami’ul kalim dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam; ungkapan dengan lafazh singkat, namun sarat arti dan dalam cakupannya. Doa ini juga memuat permohonan agar Allah Azza wa Jalla memberikan kepadanya petunjuk (petunjuk taufiq), sekaligus agar ia memberi petunjuk kepada orang lain, yaitu dengan menunjukkan kebaikan kepada orang lain. Ini adalah nikmat Allah Azza wa Jalla yang begitu luhur bagi hamba, yaitu agar Allah Azza wa Jalla mengokohkannya di atas agama ini dan memberinya petunjuk-Nya, kemudian agar Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepadanya taufik untuk berdakwah menyeru manusia pada yang makruf dan mencegah yang mungkar. Lihat Syarh ad-Du’aa’ Min al-Kitab wa as-Sunnah, doa no 131. Sumber: https://almanhaj.or.id/11433-doa-agar-tegar-dan-menerangi-manusia-dengan-kebaikan.html

Doa Memohon Keimanan, Keyakinan, dan Pemahaman

HR. Abdullah bin Imam Ahmad dalam As-Sunnah (I/368, No. 797) dan Al-Laalikai dalam Syirah Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah waljama’ah (No. 1704). Al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan sanadnya shahih dalam Fathul Barri (I/48). Sumber: https://muslimah.or.id/9591-wanita-dan-majelis-ilmu.html

Doa Memohon Keteguhan Di Atas Agama Islam

HR. ath-Thabrani. Sumber: https://yufidia.com/5027-doa-memohon-keteguhan-di-atas-islam.html

Doa Memohon Iman Yang Tidak Lepas, Nikmat yang Tidak Habis, dan Menyertai Nabi Muhammad di Surga

Sumber: https://rumaysho.com/23644-20-doa-dan-dzikir-saat-wabah-corona-melanda.html

Doa Memohon Qona'ah (Merasa Cukup)

HR. Al Hakim. Hadits shohih. Sumber: https://bbg-alilmu.com/wp-content/uploads/2015/06/qona-ah.jpg

Doa Agar Dibimbing Ke Jalan yang Benar (Doa Nabi Musa)

(QS. Al Qashash [28]: 22).

Doa Ketika Sangat Butuh Sesuatu Ataupun Pertolongan Dari Allah (Doa Nabi Musa)

Anda bisa perhatikan surat al-Qashas, Allah menceritakan Musa dari ayat 3 hingga ayat 43. Doa ini diucapkan Musa ketika beliau berada di kondisi serba susah. Diliputi rasa cemas dan ketakutan. Bagi orang awam, keadaan itu mungkin sudah dianggap puncak ujian, seolah tidak ada lagi harapan untuk hidup.

Doa Sapu Jagad

Doa di atas sama dengan doa dalam hadits berikut: Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, “Allaahumma aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar. (Artinya: Ya Allah, karuniakan kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, 8:187-188; Muslim, no. 2690]. Penjelasan Hadits: Imam Muslim menambahkan dalam riwayatnya, “Jika Anas radhiyallahu ‘anhu hendak berdoa, ia pasti berdoa dengan doa tersebut. Jika ia hendak berdoa dengan doa yang lain, ia pun menyisipkan doa tersebut di dalamnya.” (HR. Muslim, no. 2690). Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan, “Tidaklah seorang nabi maupun orang saleh berdoa melainkan mereka menggunakan doa ini.” (Fath Al-Bari, 2:322). Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Doa sapu jagad ini berisi permintaan kebaikan di dunia seluruhnya dan dihindarkan dari seluruh kejelekan. Yang dimaksud kebaikan dunia adalah nikmat kesehatan, rumah yang lapang, istri yang penuh dengan kebaikan, rezeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kendaraan yang menyenangkan, pujian yang baik, serta kebaikan-kebaikan lainnya dengan berbagai ungkapan dari pakar tafsir. Apa yang disebutkan oleh para ulama pakar tafsir semuanya tidaklah saling bertentangan. Karena seluruh kebaikan dunia tercakup dalam doa tersebut. Adapun kebaikan di akhirat yang diminta dalam doa ini tentu saja lebih tinggi dari kebaikan di dunia yaitu dimasukkannya ke dalam surga, dibebaskan dari rasa khawatir (takut), diberi kemudahan dalam hisab (perhitungan amalan) di akhirat, serta berbagai kebaikan akhirat lainnya. Adapun permintaan diselamatkan dari siksa neraka mengandung permintaan agar kita dibebaskan dari berbagai sebab yang menjerumuskan ke dalam neraka, yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkan hal-hal syubhat (yang masih samar/abu-abu) dan hal-hal yang haram.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2:122). Imam Nawawi rahimahullah berkata mengenai pengertian doa tersebut, “Pendapat yang lebih tepat mengenai tafsiran ‘kebaikan di dunia’ adalah ibadah dan ‘afiyah (kesehatan). Adapun ‘kebaikan di akhirat’ adalah surga dan ampunan Allah. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa kebaikan di situ bersifat umum untuk seluruh kebaikan di dunia dan akhirat.” (Syarh Shahih Muslim, 17:13). Faedah Hadits: Dianjurkan memperbanyak doa ini karena doanya yang singkat dengan lafazh yang sedikit, namun sudah berisi permintaan kebaikan dunia dan akhirat. Doa dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kebanyakannya memakai doa ini dan ini diambil dari ayat, doa ini kandungannya padat mencakup doa seluruhnya, yaitu di dalamnya terdapat permintaan nikmat dunia, nikmat akhirat, dan diselamatkan dari siksa neraka. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum semangat menjaga sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menerapkannya. Sumber: https://rumaysho.com/19550-doa-sapu-jagat-paling-sering-dibaca-nabi.html

Doa Agar Setiap Urusan Berakhir Baik

HR. Ahmad 4/181. Kata Syaikh Syu'aib Al Arnauth, periwayat hadits ini tsiqoh kecuali Ayyub bin Maysaroh. Telah meriwayatkannya dua orang dan Ibnu Hibban menyebutkannya dalam ats tsiqoot. Sedangkan Busr bin Arthoh terdapat perselisihan akan shahihnya. Penjelasan: Makna "jadikan baik akhir setiap urusan kami": jadikanlah setiap urusan kami itu baik dan thoyib. Karena setiap amalan tergantung pada akhirnya. Maka jadikanlah setiap amalan kami itu baik, diridhoi oleh-Mu, tetapkanlah kami terus dalam keadaan baik sehingga kami kembali pada-Mu dalam keadaan yang paling baik. Makna "lindungi kami dari bencana dunia": yaitu dari musibah, berbagai tipu daya, kejelekan dan kehinaan di dalamnya. Makna "azab akhirat": yaitu dari seluruh siksa di akhirat karena kalimatnya adalah umum (sebab adanya idhofah pada isim jenis), artinya mencakup seluruh siksaan yang ada di akhirat. Doa ini mengandung permintaan agar diberi keselamatan, juga rasa aman dari segala sisi. Karena barangsiapa yang terselamatkan dari kehinaan dunia dan siksa di akhirat, maka ia telah mendapatkan kebaikan besar di dunia negeri. Jika terselamatkan, berarti ia selamat dari segala kejelekan. Doa ini benar-benar adalah doa yang jawami'ul kalim (ringkas, syarat makna, mencakup berbagai hal). Sumber: https://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/photos/pb.145491612217572.-2207520000.1437500130./659391974160864 dan http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3284-doa-agar-baik-dalam-amalan-akhir.html

Doa Memohon Kesabaran, Teguh Pendirian Dan Pertolongan Terhadap Orang Kafir

Sumber: http://rumaysho.com/amalan/kiat-agar-semangat-tidak-kendor-dalam-belajar-islam-3315

Doa Berlindung Dari Kesesatan Dan Memohon Rahmat

Sumber: http://rumaysho.com/amalan/kiat-agar-semangat-tidak-kendor-dalam-belajar-islam-3315

Doa Agar Mudah Melakukan Kebaikan, Meninggalkan Kemungkaran, Mencintai Orang Miskin Dan Berlindung Dari Fitnah

HR. Ahmad 22109, Turmudzi 3541, dan dishahihkan al-Albani. Keutamaan Doa: Doa ini diajarkan oleh Allah kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar dibaca ketika shalat. Ini menunjukkan nilai keistimewaan doa ini. Hingga Allah perintahkan Nabi-Nya untuk membacanya dalam shalat. Dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau. Dalam mimpi itu, beliau bertemu Allah. Salah satu yang diajarkan, “Wahai Muhammad, jika kamu shalat, bacalah doa: (doa di atas).” Disamping itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara khusus memerintahkan untuk mempelajari dan memahami kandungan makna doa ini. Dalam riwayat Turmudzi terdapat tambahan, pernyataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kalimat ini benar, karena itu hafalkan dan pelajari kandungannya.” (HR. Turmudzi 3543). Sumber: https://konsultasisyariah.com/25877-doa-perlindungan-dari-fitnah.html

Doa Agar Mudah Melakukan Kebaikan, Meninggalkan Kemungkaran, Mencintai Orang Miskin, Memohon Ampun Dan Rahmat Dan Berlindung Dari Fitnah

HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan dishahihkan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

Doa Meminta Segala Sesuatu Yang Pernah Diminta Nabi

HR. Ahmad 25019, Ibnu Majah 3846 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

Doa Berlindung Dari Memohon Yang Tidak Diketahui, Serta Memohon Ampun Dan Rahmat (Doa Nabi Nuh)

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

Doa Memohon Agar Tidak Dihukum Dan Dibebani Yang Berat, Serta Memohon Maaf, Ampun, Rahmat Dan Pertolongan Terhadap Orang Kafir

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

Doa Memohon Keamanan Negeri Dan Berlindung Dari Syirik (Doa Nabi Ibrahim)

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

Doa Agar Kaum Muslimin Disatukan Hatinya, Diberi Petunjuk Dan Keselamatan, Dijauhkan Dari Perbuatan Keji, Diberkahi Diri Dan Keluarga, Diterima Taubat Dan Dijadikan Hamba Yang Bersyukur

HR. Abu Daud no. 969, dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Al-Qadha’ wa Al-Qadr dari hadits Abu Daud, asalnya dikeluarkan oleh Tirmidzi. Kesimpulannya, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih. Sumber: https://rumaysho.com/16229-khutbah-jumat-ya-allah-satukanlah-hati-kami.html