Kumpulan Doa Harian

Kumpulan doa-doa harian dalam Islam lengkap dengan teks Arab, dan terjemahan bahasa Indonesia

Menampilkan 227 Doa

Doa Sebelum Tidur 1

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

HR. Al-Bukhari 11/126, Muslim 4/2084. "Apabila seseorang di antara kalian bangkit dari tempat tidurnya kemudian ingin kembali lagi, hendaknya ia mengibaskan ujung kainnya 3x, dan menyebut nama Allah, karena ia tidak tahu apa yang ditinggalkannya di atas tempat tidur setelah ia bangkit. Apabila ia ingin berbaring, maka hendaknya ia membaca: (doa di atas)." Sumber: Hisnul Muslim.

tidurmalam

Doa Sebelum Tidur 2

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

HR. Bukhari 6324. Keterangan: Orang yang sedang tidur, sejatinya sedang Allah wafatkan. Allah berfirman: "Allah mewafatkan jiwa (orang) ketika matinya dan (mewafatkan) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya (sehingga tidak bangun dari tidurnya) dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan." (Az-Zumar [39]: 42). Karena itulah, ketika hendak tidur, kita membaca: (doa di atas). Maknanya, aku mati ketika tidur dan aku hidup ketika bangun. Allahu a'lam. Hadis Selengkapnya: Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: "Apabila Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam hendak tidur, beliau membaca: (doa di atas)." Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/320686431364755

tidurmalam

Doa Bila Takut Dan Kesepian Ketika Tidur

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

HR. Abu Dawud 4/12. Dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/171. Sumber: Hisnul Muslim.

tidurmalam

Doa Membalikkan Tubuh Ketika Tidur Malam

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits di atas adalah shahih, Imam Adz-Dzahabi setuju pendapatnya 1/540 dan An-Nasai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah, serta Ibnus Sunni. Lihat juga Shahihul Jami' 4/231. Beliau membaca doa ini ketika berbalik dari satu sisi ke sisi lain pada malam hari. Sumber: Hisnul Muslim.

tidurmalam

Doa Bila Terjaga Di Malam Hari

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

Dari 'Ubadah bin Shamit Radhiallahu'anhu, dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam beliau bersabda: "Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca: (doa di atas) kemudian dia mengucapkan: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي Allaahummaghfir lii. Ya Allah, ampunilah dosaku. Atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya." HR. al-Bukhari 1103, Abu Dawud 5060, at-Tirmidzi 3414 dan Ibnu Majah 3878, shahih. Imam Ibnu Baththal Rahimahullah berkata, "Bagi orang sampai kepadanya hadits ini, sepantasnya dia berusaha mengamalkannya dan mengikhlaskan niatnya (ketika mengamalkannya) untuk Allah Ta'ala." (dinukil oleh Imam Ibnu Hajar Rahimahullah dalam kitab Fathul Baari 3/41).

tidurmalam

Doa Bangun Tidur 1

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 11/113, Muslim 4/2083. Sumber: Hisnul Muslim.

tidurmalam

Doa Bangun Tidur 2

Doa Sebelum dan Sesudah Tidur

HR. At-Tirmidzi 5/473 dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/144. Sumber: Hisnul Muslim.

tidurmalam

Doa Masuk Kamar Mandi

Doa di Kamar Mandi

HR. Al-Bukhari 1/45 dan Muslim 1/283. Sedang tambahan bismillaah pada permulaan hadits, menurut riwayat Said bin Manshur. Lihat Fathul Baari 1/244. Sumber: Hisnul Muslim.

kamar mandi

Doa Keluar Kamar Mandi

Doa di Kamar Mandi

HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai yang meriwayatkan dalam 'Amalul Yaumi wal Lailah, lihat Takhrij Zaadul Ma'aad 2/387.

kamar mandi

Doa Sebelum Wudhu

Doa Saat Wudhu

HR. Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Irwa'ul Ghalil 1/122. Sumber: Hisnul Muslim.

wudhu

Doa Setelah Wudhu

Doa Saat Wudhu

HR. Muslim 1/209. Sumber: Hisnul Muslim.

wudhu

Doa Mengenakan Pakaian

Doa Berpakaian

HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai, lihat kitab Irwa'ul Ghalil 7/47. Sumber: Hisnul Muslim.

pakaian

Doa Mengenakan Pakaian Baru

Doa Berpakaian

HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baghawi dan lihat Mukhtashar Syamaailit Tirmidzi, oleh Al-Albani, halaman 47. Sumber: Hisnul Muslim.

pakaian

Doa Melepas/Meletekkan Pakaian

Doa Berpakaian

HR. Ibnu Majah 2/1178, Al-Baghawi 12/41 dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/275. Sumber: Hisnul Muslim.

pakaian

Doa berlindung dari keburukan

Doa Perlindungan

HR.Muslim no.2739

perlindungankeburukan

Doa berlindung dari sifat malas. lemah, pikun, kikir dan siksa kubur

Doa Perlindungan

HR. Bukhari. Bukhari: 83-Kitab Ad Da'awaat, 41-Bab Meminta Perlindungan dari Umur yang Sulit Untuk Beramal.

perlindungansifat buruk

Doa berlindung dari syirik

Doa Perlindungan

HR. Ahmad dan imam yang lain 4/403, lihat Shahihul Jami' 3/233, dan Shahihut Targhrib wat Tarhib oleh Al-Albani 1/19.

perlindungansyirik

Doa ketika angin ribut, halilintar dan hujan

Doa Menghadapi Fenomena Alam

HR. Abu Dawud 4/326, Ibnu Majah 2/1228, dan lihatlah kitab Shahih Ibnu Majah 2/305.

umum

Doa minta hujan

Doa Menghadapi Fenomena Alam

HR. Abu Dawud 1/303, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 1/216. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa ketika hujan

Doa Menghadapi Fenomena Alam

HR. Bukhari no. 985. Hadits: Dari A'isyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam apabila turun hujan, beliau membaca: (doa di atas). Keterangan: Doa ini dibaca ketika hujan turun dalam curah normal. Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/188127331287333

umum

Doa Ketika Hujan Lebat, Atau Agar Hujan Berhenti

Doa Menghadapi Fenomena Alam

HR. al-Bukhari, Sahih al-Bukhari 1015. Sumber: https://muslim.or.id/19836-doa-saat-banjir-melanda-dan-hujan-tak-kunjung-reda.html

umum

Doa Kepada Pengantin

Doa Pernikahan

HR. Abu Dawud no. 2130. Sumber: http://muslim.or.id/22459-bila-di-undang-ke-walimah-nikah.html

umum

Doa Pengantin Pria Kepada Pasangannya

Doa Pernikahan

HR. Abu Dawud 2/248, Ibnu Majah 1/617 dan lihatlah Shahih Ibnu Majah 1/324. Apabila seseorang di antara kamu kawin dengan seorang perempuan atau membeli budak, hendaklah mengucapkan: (doa di atas). Apabila membeli unta, hendaklah memegang puncak punuknya, lalu mengucapkan seperti itu. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Bersetubuh (Jima')

Doa Pernikahan

HR. Al-Bukhari 6/141 dan Muslim 2/1028 dari sahabat Abdullah bin Abbas radhiyallaahu 'anhu. Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa seandainya Allah mengkaruniakan anak, maka syaithan tidak akan bisa mencelakakan anak tersebut. Al Qadhi menjelaskan maksudnya adalah syaithan tidak akan bisa merasukinya. Sebagaimana dinukilkan dari Al Minhaj. Sumber: Hisnul Muslim dan https://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/357411314358933

umum

Doa Ketika Sakit

Doa Saat Sakit

HR. Muslim 4/1728, Abu Daud, Malik, dll. Keterangan: Doa ini dibaca ketika ada salah satu bagian tubuh kita yang sakit. Caranya: letakkan tangan kita di bagian tubuh yang sakit, pijat pelan-pelan, sambil membaca: (doa di atas). Hadis selengkapnya: Dari Utsman bin Abil 'Ash radhiyallahu 'anhu, bahwa beliau mengadu kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam karena rasa sakit yang ada di badannya. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memberi nasihat kepadanya: "Letakkan tanganmu di bagian tubuh yang sakit, dan ucapkanlah: (doa di atas)." Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/225870794179653

sakit

Doa Nabi Ayyub ketika sakit

Doa Saat Sakit

Di atas adalah doa Nabi Ayyub 'alaihis salam di puncak sakitnya. Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih

sakit

Doa Kepada Orang Sakit

Doa untuk Orang Sakit

HR. Bukhari 5675 dan Muslim 2191. Hadis selengkapnya: Dari A'isyah radhiyallahu 'anha, beliau menceritakan: Apabila ada di antara kami yang sakit maka Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengusapkan tangan kanan beliau, kemudian membaca: (doa di atas). Sumber: https://konsultasisyariah.com/24268-orang-tua-pintu-surga-paling-tengah.html

sakit

Doa ketika sakit menjelang kematian/tanpa harapan hidup

Doa Menjelang Wafat

HR. Al-Bukhari 7/10, Muslim 4/1893. Jika seseorang sudah merasakan dekatnya ajal, dia harus menjaga lisannya dan terus berdzikir dan memohon ampunan kepada Allah. Hindari keluh kesah, ingat dunia, ingat harta yang ditinggalkan, terus berdzikir dan memohon ampunan kepada Allah. Aisyah radhiyallahu 'anha, menuturkan: Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengucapkan kalimat berikut sambil bersandar di dadaku: (doa di atas). Dan itulah detik-detik kematian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam. Meskipun beliau manusia yang paling sempurna, beliau tetap memohon ampunan kepada Allah dan kasih sayang Allah. Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/235659089867490

sakit

Mengajari (Talqin) Orang Yang Akan Meninggal Dunia

Doa Jenazah

HR. Abu Dawud 3/190 dan lihat Shahihul Jami' 5/432. Ketika seseorang hendak meninggal dunia, maka orang yang dicintai si sakit dianjurkan untuk mentalqin-nya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Talqinlah orang yang hendak meninggal dengan ucapan: (kalimat di atas). Karena siapa yang kalimat terakhirnya (kalimat di atas) ketika mati, maka dia akan masuk surga pada suatu saat nanti, meskipun dia mendapatkan adzab sebelumnya. (Shahih Ibn Hiban). Hadits di atas menunjukkan bahwa talqin, yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dilakukan sebelum orangnya meninggal, BUKAN setelah meninggal. Caranya: Perintahkan si sakit untuk mengucapkan: (kalimat di atas). Jika dia belum mengucapkannya, ulangi perintahnya. Jika si sakit sudah mengucapkannya, maka jangan diajak bicara sedikitpun dan jangan melakukan sesuatu yang mengundang perhatian si sakit. Hendaknya yang mentalqin adalah orang terdekat si sakit, seperti ibunya, ayahnya, kakaknya, suaminya, istrinya atau yang lainnya. Artinya, tidak harus tokoh masyarakat. Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/243017882464944

jenazah

Doa Memejamkan Mata Jenazah

Doa Jenazah

HR. Muslim 2/634. Setelah meninggal, hendaknya mata jenazah dipejamkan dan didoakan kebaikan untuknya, seperti memohonkan ampunan dan rahmat. Dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjenguk Abu Salamah ketika meninggal, sementara matanya terbelalak, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memejamkannya. Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya ruh apabila dicabut, dia diikuti oleh mata." Akhirnya keluarga Abu Salamah banyak berteriak histeris. Mendengar itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpesan kepada mereka: "Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, berdoalah yang baik. Sesungguhnya malaikat MENGAMINKAN apa yang kalian ucapkan." (Malaikat mengaminkan doa pentakziah). Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: (doa di atas). Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih

jenazah

Doa Belasungkawa (Ta'ziyah)

Doa Jenazah

Apabila seseorang berkata seperti berikut, maka itu adalah suatu perkataan yang baik: أَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ A'zhomallaahu ajroka, wa ahsana 'azaa-aka wa ghofara limayyitik. Semoga Allah memperbesar pahalamu dan memperbagus dalam menghiburmu dan semoga diampuni mayatmu. [2] [1] HR. Al-Bukhari 2/80, Muslim 2/636. [2] An-Nawawi, Al-Adzkar, hal. 126. Sumber: Hisnul Muslim.

jenazah

Doa Memasukkan Jenazah Ke Liang Kubur

Doa Jenazah

HR. Abu Dawud 3/314 dengan sanad yang shahih. Sumber: Hisnul Muslim

jenazah

Doa Setelah Jenazah Dimakamkan

Doa Jenazah

HR. Abu Dawud 3/315 dan Al-Hakim, ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi 1/370. Doa ini dibaca oleh semua pengiring jenazah setelah pemakaman sempurna, sambil berdiri sejenak di samping makam. Adalah Nabi Shallallahu'alaihi wasallam apabila selesai memakamkan mayat, beliau berdiri di atasnya (di samping makam) lalu bersabda: "Mintalah ampun kepada Allah untuk saudaramu, dan mohonkan agar dia teguh dan tahan hati (ketika ditanya oleh dua malaikat), sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya." Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/263488677084531

jenazah

Doa Ziarah Kubur

Doa Jenazah

HR. Muslim 2/671 dan Ibnu Majah. Lafal hadits di atas milik Ibnu Majah 1/494, sedangkan doa yang ada di antara dua kurung, menurut riwayat Muslim, 2/671. Sumber: Hisnul Muslim.

jenazah

Doa Ketika Sedih, Gundah Atau Galau

Doa Saat Sedih dan Sulit

HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih. Sumber: Hisnul Muslim.

sedihsulit

Doa Ketika Mengalami Kesulitan / Minta diberi Kemudahan

Doa Saat Sedih dan Sulit

HR. Ibnu Hibban dalam kitab Shahih-nya no. 2427 (Mawaarid), Ibnus Sunni no. 351. Al-Hafizh berkata: Hadits di atas sahih, dan dinyatakan shahih pula oleh Abdul Qadir Al-Arnauth dalam Takhrij Al-Adzkar oleh Imam An-Nawawi, h. 106. Sumber: Hisnul Muslim.

sedihsulit

Doa Nabi Yunus Ketika Mengalami Kesulitan

Doa Saat Sedih dan Sulit

HR. At-Tirmidzi 5/529 dan Al-Hakim. Menurut pendapatnya yang disetujui oleh Adz-Dzahabi: Hadits tersebut adalah shahih 1/505, lihat Shahih At-Tirmidzi 3/168. Hadis selengkapnya: Dari Sa'd radhiyallahu 'anhu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Doa Dzun Nun (Nabi Yunus), yang beliau lantunkan ketika di perut ikan: (doa di atas). Tidaklah doa ini dibaca oleh seorang muslim dalam setiap kejadian apapun, kecuali Allah akan mengijabahinya. Keterangan: Nabi Yunus diberi gelar Dzun Nun, karena beliau pernah ditelan ikan. Nun artinya ikan. Doa ini dianjurkan untuk dibaca ketika seseorang dalam keadaan terjepit, butuh bantuan Allah, dst. Doa ini memiliki keutamaan yang besar karena: Mengandung pengakuan terhadap keesaan Allah dan pengakuan bahwa Allah Dzat yang Maha Suci. Pengakuan bahwa dirinya adalah orang zalim, yang telah menganiaya dirinya sendiri, bukan Allah yang zalim. Doa ini tidak berisi permintaan, tapi murni pujian untuk Allah dan pengakuan terhadap dosa dan kezalimannya. Karena orang yang membacanya disertai rasa malu kepada Allah, sehingga tidak mengungkapkan permintaannya, meskipun dia mengakui bahwa Allah Maha Pemurah, yang Kuasa dan murah untuk memberikan apa yang diinginkan hamba. Allahu a'lam. Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/220655811367818

sedihsulit

Doa Bila Tertimpa Musibah

Doa Saat Mendapat Kabar

HR. Muslim 2/632. Sumber: Hisnul Muslim.

musibahkabar

Doa Bila Melihat Orang Lain Tertimpa Musibah, Cobaan Atau Penyakit

Doa Saat Mendapat Kabar

HR. Tirmidzi no. 3431, Ibnu Majah no. 3892. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini dha’if dan penguatnya, syawahidnya juga dha’if. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Kalau ada orang yang tertimpa musibah apa pun, sakit berat, sampai pada musibah dalam hal agama, maka kita baiknya mengamalkan doa di atas agar tidak tertimpa cobaan sepertinya. Dari Ibnu ‘Umar, dari bapaknya ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Siapa saja yang melihat yang lain tertimpa musibah, lalu ia mengucapkan: (doa di atas), maka ia akan diselamatkan dari musibah tersebut, musibah apa pun itu semasa ia hidup.” Dalam riwayat di atas ada kalimat lanjutan, diriwayatkan dari Abu Ja’far bin ‘Ali bahwa ia berkata, “Jika ada yang melihat yang lainnya tertimpa musibah, maka memintalah perlindungan (pada Allah) darinya. Hendaklah ia mengucapkan bacaan tadi, namun jangan sampai didengar oleh orang yang tertimpa musibah.” Penulis Tuhfatul Ahwadzi (9: 375), Syaikh Muhammad ‘Abdurrahman Al-Mubarakfuri berkata bahwa maksud dari melihat yang lain yang tertimpa musibah, yaitu musibah yang menimpa badan seperti lepra, cebol (terlalu pendek), jangkung (terlalu tinggi), buta, pincang, tangan bengkok, dan semacamnya. Juga yang dimaksud adalah musibah yang menimpa agama seseorang, seperti kefasikan, kezaliman, terjerumus dalam bid’ah, kafir dan selainnya. Diterangkan pula di halaman selanjutnya dalam kitab yang sama, baiknya doa tadi diucapkan lirih di hadapan orang yang tertimpa musibah dunia (seperti tertimpa penyakit), termasuk juga yang tertimpa musibah agama apalagi kalau ada dampak negatif jika diucapkan di hadapannya. Namun bisa jadi doa tadi dikeraskan di hadapan orang yang tertimpa musibah agama (orang fasik, misalnya, pen.) agar melarang dari maksiat yang dilakukan sehingga ia bisa tercegah (sadar). Moga Allah beri taufik untuk mengamalkan doa di atas. Sumber: https://rumaysho.com/14975-doa-ketika-melihat-yang-lain-tertimpa-musibah-atau-penyakit.html

musibahkabar

Bacaan Bila Ada Sesuatu Yang Menyusahkan

Doa Saat Mendapat Kabar

HR. Ibnu Sunni dalam kitab 'Amalul Yaum wal Lailah, Al-Hakim menshahihkannya 1/499. Al-Albani juga menshahihkannya dalam Shahihul Jami' 4/201. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Bacaan Bila Ada Sesuatu Yang Menyenangkan

Doa Saat Mendapat Kabar

HR. Ibnu Sunni dalam kitab 'Amalul Yaum wal Lailah, Al-Hakim menshahihkannya 1/499. Al-Albani juga menshahihkannya dalam Shahihul Jami' 4/201. Sumber: Hisnul Muslim.

musibahkabar

Bila Ada Sesuatu Yang Menggembirakan

Doa Saat Mendapat Kabar

HR. Ashhabus Sunan, kecuali An-Nasai, lihat Shahih Ibnu Majah 1/233 dan Irwa'ul Ghalil 2/226. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa agar terbebas hutang

Doa Terkait Harta dan Hutang

HR. Abdullah bin Ahmad dalam Zawa-idul Musnad No. 1319; At-Tirmidzi No. 3563 dan Al-Hakim 1/537. At-Tirmidzi mengatakannya sebagai hadis hasan, dan dihasankan pula oleh Syaikh Al-Albani. Sedangkan Al-Hakim mensahihkannya.

hutangrezeki

Doa Kepada Orang Yang Menawarkan Hartanya Untukmu

Doa Terkait Harta dan Hutang

HR. Al-Bukhari dengan Fathul Baari 4/88. Sumber: Hisnul Muslim.

hartahutang

Doa Kepada Orang Yang Meminjami Ketika Membayar Hutang

Doa Terkait Harta dan Hutang

HR. An-Nasai dalam 'Amalul Yaum wal Lailah, hal. 300, Ibnu Majah 2/809, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/55. Sumber: Hisnul Muslim.

hartahutang

Doa Ketika Sempit Rizki

Doa Terkait Harta dan Hutang

HR. Abu Nu'aim dalam al Hilyah dan Thabrani dalam al Mu'jam al Kabir. Al Haitsami mengatakan, "Diriwayatkan oleh Thabrani dan para perawinya adalah perawi kitab shahih selain Muhammad bin Ziyad al Burjumi dan dia adalah perawi yang tsiqoh." Al Albani dalam Silsilah Shahihah no 1543 mengatakan, "Sanadnya menurutku shahih." Dalam Shahih al Jami' no 1278 al albani juga mengatakan "shahih." Dari Murrah dari Abdullah bin Mas'ud, "Nabi mendapatkan tamu. Beliau lantas mengutus seseorang untuk menemui para isteri beliau, barangkali ada yang punya makanan, namun ternyata tidak ada satu pun isteri beliau yang punya makanan yang bisa disuguhkan kepada tamu Nabi. Nabi lantas berdoa: (doa di atas). Tak lama setelah itu beliau mendapatkan daging kambing panggang. Nabi lantas berkomentar, 'Ini adalah sebagian dari karunia-Nya. Kami sedang menunggu rahmat-Nya.'" Hadits di atas diberi judul bab oleh Ibnu Abi Syaibah dalam al Mushannaf sebagai berikut: "Manakala seorang itu kelaparan atau mengalami kesempitan rizki bacaan doa seperti apa yang mesti dia ucapkan". Sumber: http://pengusahamuslim.com/doa-sempit-rizki-1674

hartahutang

Doa Ketika Orang-Orang Telah Sibuk Dengan Harta

Doa Terkait Harta dan Hutang

HR. At-Thabrani dalam al-Mu'jamil Kabiir, no. 7135. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Wahai Syaddad bin Aus, apabila kamu melihat orang menimbun emas dan perak, maka kamu timbunlah kalimat-kalimat ini: (doa di atas).” Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/25195

hartahutang

Doa Naik Kendaraan

Doa Perjalanan

HR. Abu Dawud 3/34, At-Tirmidzi 5/501, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 3/156. Sumber: Hisnul Muslim

perjalanan

Doa Musafir Kepada Orang Yang Ditinggalkan

Doa Perjalanan

HR. Ahmad 2/403, Ibnu Majah 2/943, dan lihat Shahih Ibnu Majah 2/133. Sumber: Hisnul Muslim.

perjalanan

Doa Orang Mukim Kepada Musafir

Doa Perjalanan

HR. At-Tirmidzi 2/7, At-Tirmidzi 5/499, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 2/155. Sumber: Hisnul Muslim.

perjalanan

Doa Bepergian

Doa Perjalanan

Apabila kembali dari bepergian, doa di atas dibaca, dan ditambah: آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبِّنَا حَامِدُوْنَ Aayibuuna taa-ibuuna 'aabiduuna lirobbinaa haamiduun. Kami kembali dengan bertaubat, tetap beribadah dan selalu memuji kepada Tuhan kami. HR. Muslim 2/998. Sumber: Hisnul Muslim.

perjalanan

Doa Musafir Menjelang Subuh

Doa Perjalanan

HR. Muslim 4/2086, Syarah An-Nawawi 17/39. Sumber: Hisnul Muslim.

perjalanan

Doa Singgah Di Suatu Tempat, Baik Dalam Bepergian Ataupun Tidak

Doa Perjalanan

HR. Tirmidzi 3437 dan An Nasai 5433. Dari Khaulah binti Hakim, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang singgah di sebuah tempat kemudian ia mengatakan: (doa di atas), niscaya tidak akan ada yang memudharatkannya.” Sumber: https://muslim.or.id/19063-dzikir-dan-doa-mohon-perlindungan-dari-bahaya.html

perjalanan

Doa Masuk Desa Atau Kota

Doa Perjalanan

HR. Al-Hakim, menurut pendapatnya, hadits tersebut adalah sahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 2/100, Ibnus Sunni, no. 524. Menurut Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Takhrij Adzkar 5/154: "Hadits tersebut adalah hasan." Bin Baz berkata: Hadits itu diriwayatkan pula oleh An-Nasai dengan sanad yang hasan. Lihat Tuhfatul Akhyar, hal. 37. Sumber: Hisnul Muslim.

perjalanan

Doa Masuk Pasar, Mall, Terminal, Bandara Dan Pusat Keramaian Lainnya

Doa Perjalanan

HR. Turmudzi 5/291, Hakim 1/538, dan dihasankan al-Albani dalam shahih Turmudzi 3/152. Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang masuk pasar, kemudian dia membaca: (doa di atas), maka akan dicatat untuknya satu juta kebaikan, dihapuskan satu juta kesalahan, dan diangkat satu juta derajat." Bisa anda bayangkan, dengan hanya membaca dzikir di atas ketika masuk pasar, kita bisa mendapatkan pahala yang sangat besar. Mengapa bisa demikian? Sebagian ulama menjelaskan: Orang yang berdzikir ketika masuk pasar menunjukkan kedekatan yang sangat kuat antara orang ini dengan Allah. Di pasar, umumnya orang sibuk dengan dunia, dia masih mengingat Allah. Di pasar, umumnya orang lupa Allah, dia justru berdzikir kepada Allah. Di pasar, umumnya orang bermaksiat, dia justru mendekatkan diri kepada Allah. Dia mengingat Allah di tengah-tengah masyarakat yang lupa Allah. Dia berdzikir, di tengah-tengah orang yang lengah dengan ibadah. Sikap semacam ini tidak mungkin bisa dilakukan kecuali oleh orang yang hatinya merasa diawasi oleh Allah dan rajin dalam membasahi lidahnya dengan dzikir. Karena itu, layaklah orang ini mendapatkan imbalan yang besar di sisi Allah. (Tajridul Ittiba', Ibrahim Ibrahim ar-Ruhaili). Catatan: Memperbanyak dzikir juga berlaku ketika anda memasuki daerah yang umumnya manusia lupa Allah, seperti tempat rekreasi, terminal, bandara, mall, dst. Manfaatkan kesempatan besar di tengah kelengahan masyarakat, untuk mendapatkan pahala yang berharga di sisi Allah. Karena itu, biasakan lisan anda untuk selalu basah dengan dzikir. Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/146376235462443

perjalanan

Doa Bila Binatang Atau Kendaraan Tergelincir

Doa Perjalanan

HR. Abu Dawud 4/296 dan Al-Albani menyatakan, hadits tersebut shahih dalam Shahih Abi Dawud 3/941. Sumber: Hisnul Muslim.

perjalanan

Doa Pulang Dari Bepergian

Doa Perjalanan

HR. Al-Bukhari 7/163, Muslim 2/980. Sumber: Hisnul Muslim.

perjalanan

Doa Berlindung/Menghilangkan Gangguan Setan

Doa Berlindung dari setan

HR. Abu Dawud 1/206, At-Tirmidzi, lihat Shahih At-Tirmidzi 1/77, dan lihat surah Al-Mukminun 98-99. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Menghilangkan Gangguan Setan Ketika Shalat Atau Membaca Al-Qur'an

Doa Berlindung dari setan

HR. Muslim 4/1729. Dari hadits Utsman bin Al Aash, ia berkata: "Aku laksanakan hal itu, maka Allah menghilangkan (gangguan tersebut) dariku." Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Memohon Surga Dan Berlindung Dari Neraka

Doa memohon surga dan berlindung dari neraka

HR. Abu Daud no. 792, Ibnu Majah no. 910, dan Ahmad (3/474). Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Hadits selengkapnya: Dari Abu Sholih, dari beberapa sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bertanya kepada seseorang, "Doa apa yang engkau baca di dalam shalat?" "Aku membaca tahiyyat, lalu aku ucapkan (doa di atas)." "Aku sendiri tidak mengetahui kalau engkau mendengungkannya begitu pula Mu'adz," jawab orang tersebut. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Kami sendiri memohon surga (atau berlindung dari neraka)." Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3504-sifat-ibadurrahman-3-berlindung-dari-siksa-neraka.html

umum

Doa Memohon Surga, Berlindung Dari Neraka Dan Mohon Takdir Baik

Doa memohon surga dan berlindung dari neraka

HR. Ibnu Majah no. 3846 dan Ahmad 1/172. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih. Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3699-sifat-ibadurrahman-8-akhir-yang-mulia-bagi-ibadurrahman.html

umum

Doa Berlindung Dari Neraka

Doa memohon surga dan berlindung dari neraka

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

umum

Doa Memohon Akhlak Mulia

Doa memohon akhlak mulia

HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani. Sumber: BBG Al-Ilmu (BlackBerry Group)

umum

Doa Memohon Akhlak Dan Amal Yang Baik

Doa memohon akhlak mulia

HR. An Nasa'i. Sumber: BBG Al-Ilmu (BlackBerry Group)

umum

Doa Berlindung Dari Kemungkaran Akhlak, Amal Dan Hawa Nafsu

Doa memohon akhlak mulia

HR. Tirmidzi no. 3591, shahih. Faedah: Dalam doa ini kita meminta perlindungan dari akhlak yang jelek. Doa ini mencakup kita meminta berlindung dari akhlak yang jelek dari sisi syari'at. Termasuk pula kita meminta perlindungan pada Allah dari sesuatu yang dikenal jelek secara batin. Doa ini mencakup berlindung dari akhlak mungkar seperti begitu takjub dengan diri sendiri, sombong, berbangga diri, hasad dan melampaui batas. Doa ini mencakup kita berlindung pada Allah dari amalan yang mungkar, yaitu amalan yang zhohir atau ditampakkan. Doa berlindung dari amal yang mungkar mencakup zina, minum khomr dan bentuk keharaman lainnya. Doa ini juga mencakup meminta perlindungan pada keinginan atau nafsu yang mungkar. Dan kebanyakan hawa nafsu mengantarkan kepada kejelekan, itulah umumnya. Doa berlindung dari keinginan atau nafsu yang mungkar mencakup berlindung dari aqidah yang jelek, niatan-niatan yang batil dan pemikiran yang sesat. Doa ini mendorong kita agar berakhlak yang mulia dan beramal yang sholih. Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3078-doa-berlindung-dari-akhlak-amal-dan-hawa-nafsu-yang-mungkar.html

umum

Doa Memohon Ampun diri sendiri dan orang tua (Doa Nabil Ibrahim)

Doa Terkait Orang Tua

(QS. Ibrahim [14]: 41)

ampunanorang tua

Doa Memohon Ampun Untuk Diri Sendiri, Orang Tua Dan Kaum Mukminin (Doa Nabi Nuh)

Doa Terkait Orang Tua

(QS. Nuh [71]: 28).

umum

Doa Memohon Kasih Sayang Untuk Orang Tua

Doa Terkait Orang Tua

(QS. Al-Isra' [17]: 24).

umum

Doa Memohon Istri Dan Anak Sebagai Penyenang Hati

Doa Terkait Istri Dan Anak

Sangat dianjurkan jika seorang muslim memperbanyak doa ini untuk memperbaiki istri, keturunan dan dirinya sendiri. Penjelasan ulama: Ibnu Katsir berkata, "Mereka (hamba yang beriman) berdoa kepada Allah agar mendapatkan keturunan yang taat kepada Allah dan menyembah Allah semata tidak berbuat syirik kepada-Nya." Masya Allah… Tafsiran yang sangat bagus. Yang orang beriman harap adalah mendapatkan keturunan yang rajin ibadah dan bertauhid kepada Allah, bukan keturunan yang berbuat syirik. Ibnu 'Abbas berkata, "Yaitu mereka (ibadurrahman) meminta agar mendapatkan keturunan yang gemar beramal ketaatan sehingga sejuklah mata mereka di dunia dan akhirat." 'Ikrimah berkata, "Yaitu mereka (orang yang beriman) tidaklah menginginkan keturunan yang memiliki paras cantik, akan tetapi yang mereka inginkan adalah keturunan yang taat." Al Hasan Al Bashri ditanya mengenai ayat di atas. Beliau pun berkata, "Yang ingin dilihat Allah pada hamba muslim dari istri, saudara, dan sahabat karibnya adalah mereka semua taat pada Allah. Wallahi, demi Allah, tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan pandangan mata seorang muslim melebihi ketaatan pada Allah yang ia lihat pada anak, cucu, saudara dan sahabat karibnya." Ibnu Juraij berkata mengenai ayat tersebut, "Hamba beriman meminta pada Allah agar keturunannya dapat beribadah dan memperbagus ibadahnya kepada Allah, tidak berbuat maksiat dan tindak kejahatan." 'Abdurrahman bin Zaid bin Aslam berkata, "Orang beriman meminta kepada Allah agar istri-istrinya dan keturunannya mendapatkan hidayah Islam." Sedangkan ayat, "Dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa": Ibnu 'Abbas, Al Hasan Al Bashri, Qotada, As Sudi, Ar Robi' bin Anas menafsirkan ayat tersebut, "Ya Allah, jadikanlah kami sebagai imam yang dapat menunjuki dalam kebaikan." Ada pula ulama yang mengatakan bahwa maksudnya adalah ia meminta pada Allah agar ia sendiri mendapatkan petunjuk dan sebagai pengajak kepada kebaikan. Hamba Allah yang mewariskan kebaikan pada keturunannya, inilah yang dipuji dalam hadits, "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang sholeh." (HR. Muslim no. 1631). Orang tua yang menunjuki anak dan keturunannya dalam kebaikan, ia termasuk dalam hadits ini. Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/tafsir-al-quran/3690-sifat-ibadurrahman-7-meminta-anugerah-istri-dan-anak-sebagai-penyejuk-mata.html

umum

Doa Memohon Banyak Harta, Anak, Panjang Umur, Dibaguskan Amal Dan Diampuni Dosa (Doa Nabi Muhammad)

Doa Terkait Istri Dan Anak

HR. Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480. Sumber: http://rumaysho.com/amalan/doa-minta-kaya-dan-lepas-dari-utang-10221.html

umum

Doa Memohon Anak Shaleh (Doa Nabi Ibrahim)

Doa Terkait Istri Dan Anak

Nabi Ibrahim 'alaihis salaam berdoa dengan doa di atas. Ini adalah doa yang bisa dipanjatkan untuk meminta keturunan, terutama keturunan yang sholeh. Dalam Zaadul Masiir (7/71), dijelaskan maksud ayat tersebut oleh Ibnul Jauzi rahimahullah, "Ya Rabbku, anugerahkanlah padaku anak yang sholeh yang nanti termasuk jajaran orang-orang yang sholeh." Asy Syaukani rahimahullah mengatakan apa yang dikatakan oleh para pakar tafsir, "Ya Rabb, anugerahkanlah padaku anak yang sholeh yang termasuk jajaran orang-orang yang sholeh, yang bisa semakin menolongku taat pada-Mu." Jadi yang namanya keturunan terutama yang sholeh bisa membantu seseorang semakin taat pada Allah. Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/3437-doa-meminta-anak-yang-sholeh.html

umum

Doa Memohon Keturunan (Doa Nabi Dzakariya)

Doa Terkait Istri Dan Anak

(QS. Al-Anbiya' [21]: 89).

umum

Doa Agar Menjadi Hamba Yang Bersyukur, Agar Bisa Beramal Shaleh Dan Minta Anak Shaleh

Doa Terkait Istri Dan Anak

Seseorang yang telah dewasa dan menginjak usia 40 tahun memohon pada Allah dengan doa di atas. Doa ini juga berisi permintaan kebaikan pada anak dan keturunan. Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/3437-doa-meminta-anak-yang-sholeh.html

umum

Ucapan Selamat Kepada Orang Yang Dikaruniai Anak Dan Balasannya

Doa Terkait Istri Dan Anak

Doa Terkait Istri Dan Anak Ucapan Selamat Kepada Orang Yang Dikaruniai Anak Dan Balasannya بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي الْمَوْهُوْبِ لَكَ، وَشَكَرْتَ الْوَاهِبَ، وَبَلَغَ أَشُدَّهُ، وَرُزِقْتَ بِرَّهُ Baarokallaahu laka fil mauhuubi laka, wa syakartal waahiba, wa balagho asyuddahu, wa ruziqta birroh. Semoga Allah memberkahimu dalam anak yang diberikan kepadamu. Semoga kamu bersyukur kepada Sang Pemberi, dan dia dapat mencapai dewasa, serta kamu dikaruniai kebaikannya. Sedang orang yang diberi ucapan selamat membalas dengan mengucapkan: بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ، وَجَزَاكَ اللَّهُ خَيْرًا، وَرَزَقَكَ اللَّهُ مِثْلَهُ، وَأَجْزَلَ ثَوَابَكَ Baarokallaahu laka wa baaroka 'alaika, wa jazaakallaahu khoiron, wa rozaqokallaahu mitslahu, wa ajzala tsawaabak. Semoga Allah juga memberkahimu dan melimpahkan kebahagiaan untukmu. Semoga Allah membalasmu dengan sebaik-baik balasan, mengaruniakan kepadamu seperti itu dan melipatgandakan pahalamu. Lihat Al-Adzkar, karya An-Nawawi, hal. 349, dan Shahih Al-Adzkar lin Nawawi, oleh Salim Al-Hilali 2/713. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Agar Anak Terjaga Dari Zina

Doa Terkait Istri Dan Anak

HR. Ahmad, At Thabrani, Al Baihaqy dan dinyatakan sebagai hadits shahih oleh Al Albany. Sumber: http://www.salamdakwah.com/artikel/5170-jangan-dianggap-biasa-anak-yang-sudah-tidak-perawan dan http://www.salamdakwah.com/artikel/3283-zina-itu-adalah-hutang-tebusannya-ada-pada-keluargamu-sendiri

umum

Doa Perlindungan Kepada Anak (Doa Istri Imran)

Doa Kepada Anak Yang Baru Lahir

Kepada bayi perempuan, lafalnya: اَللَّهُمَّ إِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ Allaahumma innii u'iidzuhaa bika wa dzurriyyatahaa minasy-syaithoonir-rojiim. Ya Allah, aku memohon perlindungan kepada-Mu untuknya dan keturunannya dari setan yang terkutuk. Selengkapnya: Salah satu di antara contoh hal ini (memohon perlindungan dari setan) adalah apa yang dipraktekkan oleh istri Imran, yang merupakan ibunya maryam. Allah menceritakan kejadian ketika istri Imran melahirkan Maryam, ‘Tatkala isteri ‘Imran melahirkan anaknya, diapun berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai Dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk.”’ (Ali Imran [3]: 36). Satu hal yang istimewa, karena doa ibunda Maryam ini, ketika Maryam lahir, dia tidak diganggu setan, demikian pula ketika Nabi Isa dilahirkan. Allah mengabulkan doa ibunya Maryam. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap bayi dari anak keturunan adam akan ditusuk dengan tangan setan ketika dia dilahirkan, sehingga dia berteriak menangis, karena disentuh setan. Selain Maryam dan putranya.” (HR. Bukhari 3431). Kemudian Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu membaca surat Ali Imran ayat 36 di atas. Kita bisa meniru doa wanita sholihah, istri Imran ini. Sumber: https://konsultasisyariah.com/18705-doa-untuk-bayi-yang-baru-lahir.html

umum

Doa Perlindungan Kepada Anak (Doa Nabi Muhammad)

Doa Kepada Anak Yang Baru Lahir

Kepada bayi perempuan, lafalnya: أُعِيْذُكِ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ U'iidzuki bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah. Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, dan dari pandangan mata buruk. Selengkapnya: Kita bisa memohon perlindungan untuk anak dari gangguan setan, dengan doa seperti yang pernah dipraktekkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ketika mendoakan cucunya, Hasan dan Husain. Ibnu Abbas menceritakan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacakan doa perlindungan untuk kedua cucunya, أُعِيْذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ U'iidzukumaa bikalimaatillaahit-taammah, min kulli syaithoonin wa haammah, wa min kulli 'ainin laammah. Aku memohon perlindungan untuk kamu berdua, dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari semua godaan setan dan binatang pengganggu, dan dari pandangan mata buruk. (HR. Abu Daud 3371, dan dishahihkan al-Albani). Kita bisa meniru doa beliau ini. Kata ganti disesuaikan dengan jenis kelamin dan jumlah anak yang didoakan: Jika satu anak laki: U'iidzu - ka. Jika satu anak perempuan: U'iidzu - ki. Jika dua anak, laki maupun perempuan: U'iidzu - kumaa. Jika lebih dari dua anak, semua laki: U'iidzu - kum. Jika lebih dari dua anak, semua perempuan: U'iidzu - kunna. Jika lebih dari dua anak, laki dan perempuan: U'iidzu - kum. Sumber: https://konsultasisyariah.com/18705-doa-untuk-bayi-yang-baru-lahir.html dan http://bbg-alilmu.com/archives/35100

umum

Doa Memohon Keteguhan Hati

Doa Memohon Keteguhan Hati

HR. Tirmidzi no. 3522. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Ummu Salamah pernah menanyakan kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kenapa doa tersebut yang sering beliau baca. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seraya menjawab, "Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya." Dalam riwayat lain dikatakan, "Sesungguhnya hati berada di tangan Allah 'azza wa jalla, Allah yang membolak-balikkannya." (HR. Ahmad 3: 257. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini kuat sesuai syarat Muslim). Sumber: http://rumaysho.com/amalan/kiat-agar-semangat-tidak-kendor-dalam-belajar-islam-3315

umum

Doa Memohon Ampun Dan Rahmat

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

umum

Doa Memohon Ampun Dan Rahmat (Doa Nabi Adam)

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

umum

Doa Memohon Ampun (Doa Nabi Musa)

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

umum

Doa Memohon Ampun, Rahmat, Petunjuk, Keselamatan Dan Rizki

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

HR. Muslim no. 35 dan 2697. Dari Thoriq bin Asy-yam –radhiyallahu 'anhu–, ia berkata, “Jika seseorang baru masuk Islam, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan pada beliau shalat, lalu beliau memerintahkannya untuk membaca: (doa di atas).” Faedah hadits: Ketika seseorang masuk Islam, maka hendaklah ia diajarkan shalat dan diajarkan doa ini. Keutamaan meminta ampunan dari segala dosa pada Allah. Jika orang kafir masuk Islam, dosanya yang telah lalu akan diampuni. Namun permintaan ampunan ini bukan hanya bagi orang yang masuk Islam, namun juga untuk semua muslim. Karena setiap manusia tidak pernah terlepas dari dosa sebagaimana disebutkan dalam hadits. Keutamaan meminta rahmat Allah yaitu agar diperoleh kasih sayang Allah. Karena manusia barulah meraih kesempurnaan jika ia selamat dari berbagai kesusahan dan meraih kebahagiaan yang ia cari-cari. Keutamaan meminta hidayah, yaitu berupa petunjuk ilmu sekaligus amal. Keutamaan meminta keselamatan dari berbagai penyakit. Penyakit itu ada dua macam yaitu penyakit badan dan penyakit hati. Penyakit hati ini tentu saja lebih parah dari penyakit badan. Karena jika seseorang tertimpa penyakit hati maka kerugiaan di dunia dan akhirat sekaligus akan menimpa dirinya. Wal 'iyadzu billaah. Keutamaan meminta rizki yaitu agar dimudahkan oleh Allah untuk memperolehnya sehingga tidak sampai lalai dari melakukan ketaatan. Rizki itu ada dua macam yaitu yang bisa menegakkan badan dan bisa menguatkan hati. Menguatkan badan yaitu melalui makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Menguatkan hati yaitu melalui ilmu bermanfaat (ilmu diin) dan amalan sholih. Permintaan rizki tersebut mencakup dua macam rizki ini. Keutamaan meminta kebaikan di dunia dan akhirat sekaligus, bukan hanya dunia saja. Ingatlah, kebahagiaan hakiki adalah kebahagiaan di akhirat kelak. Keutamaan membaca doa yang diajarkan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ini, terutama diajarkan bagi orang yang baru masuk Islam. Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3002-doa-meminta-kesehatan-dan-kelapangan-rizki.html

umum

Doa Memohon Ampun, Rahmat, Keselamatan Dan Rizki

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

HR. Muslim no. 36 dan 2697. Dalam riwayat lain, dari Thoriq, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam –dan ketika itu beliau didatangi seorang laki-laki–, lalu laki-laki tersebut berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang harus aku katakan ketika aku ingin memohon pada Rabbku?” Beliau bersabda, “Katakanlah: (doa di atas), karena doa ini telah mencakup dunia dan akhiratmu.” Sumber: http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3002-doa-meminta-kesehatan-dan-kelapangan-rizki.html

umum

Doa Memohon Ampun, Teguh Pendirian Dan Pertolongan Terhadap Orang Kafir

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

Sumber: http://rumaysho.com/amalan/kiat-agar-semangat-tidak-kendor-dalam-belajar-islam-3315

umum

Doa Memohon Ampun Dalam Segala Hal

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

HR. Bukhari 6398 dan Muslim 2719. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

umum

Doa Memohon Ampun Dan Berlindung Dari Neraka

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

umum

Doa Memohon Ampun, Dihapuskan Kesalahan Dan Agar Tidak Dihinakan Pada Hari Kiamat

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

umum

Doa Memohon Ampun Untuk Diri Sendiri Dan Kaum Mukminin, Dan Agar Tidak Dengki Kepada Orang Beriman

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

umum

Doa Memohon Ampun Pada Hari Pembalasan

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

HR. Muslim. Ungkapan tersebut diucapkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam kala ditanya Aisyah, “Ibnu Jud’an, pada masa jahiliah ia menyambung tali kekerabatan, memberi makan orang miskin, apakah itu bermanfaat baginya?” Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak wahai Aisyah! Sesungguhnya ia sama sekali tidak pernah mengatakan: (doa di atas).” Artinya ia tidak percaya dengan hari kebangkitan. Dan orang yang tidak mengimaninya, maka ia kafir, amalnya tidak bermanfaat baginya (di akhirat). Doa yang disebutkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ini menunjukkan urgensi berdoa dengan tersebut. Pun telah datang dari Ibrahim Khalilur-Rahman ucapan beliau, “Dan yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.” (Asy-Syu’ara/26: 82). Bila kekasih Allah saja sangat mengharap agar diampuni kesalahannya pada hari Kiamat, maka kitapun sangat lebih dituntut untuk memohonnya dengan sangat. Sebab orang yang diampuni Allah, artinya ia telah selamat dari setiap mara bahaya, dan tercapailah apa yang didambakannya pada hari yang sangat mencekam tersebut. Penyebutan hari pembalasan (yaumuddin) dalam doa ini untuk menghadirkan permintaan agung, pada hari di mana hamba ketika itu sangat membutuhkan ampunan Rabb-nya. Yaumuddin adalah yaumul jaza’ (hari pembalasan) dan hari perhitungan amal. Dan di antara nama Allah adalah Ad-Dayyaan, yaitu Yang menghisab dan membalas sekalian hamba. Allah Azza wa Jalla akan memutuskan perkara mereka dengan timbangan keadilan dan kebenaran pada hari pembalasan. Maka dari itu sudah seharusnya bagi hamba untuk memperhatikan doa ini. Syarh ad-Du’a min al-Kitab wa as-Sunnah, doa no 145. Sumber: https://almanhaj.or.id/11462-doa-meminta-ampun-pada-hari-pembalasan.html

umum

Doa Memohon Ampun, Rahmat, Dan Ditetapkan Kebaikan Di Dunia Dan Akhirat (Doa Nabi Musa)

Doa Memohon Ampun, Rahmat Dan Kebaikan Lainnya

Sumber: https://almanhaj.or.id/7219-para-nabi-pun-bertaubat-menyoal-mashumnya-para-nabi.html

umum

Doa Berlindung Dari Syirik

Doa Berlindung Dari Syirik

HR. Ahmad dan imam yang lain 4/403, lihat Shahihul Jami' 3/233, dan Shahihut Targhrib wat Tarhib oleh Al-Albani 1/19. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Berlindung Dari Empat Hal

Doa Berlindung Dari Empat Hal

HR. Muslim no. 2722 dari Zaid bin Arqam.

umum

Doa Berlindung Dari Kecelakaan Dan Kematian Yang Mengerikan

Doa Berlindung Dari Kecelakaan Dan Kematian Yang Mengerikan

HR. An-Nasa’i no. 5531. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih. Arti beberapa kalimat dalam doa tersebut: At-taroddi: jatuh dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah. Al-hadm: tertimpa bangunan. Al-ghoroq: tenggelam dalam air. Al-hariq: terbakar api. An yatakhobbathonisy-syaithoonu 'indal mauti: dikuasai oleh setan ketika akan meninggal dunia, sehingga setan menghalanginya untuk bertaubat. Al-ladiigo: mati dalam keadaan terkena racun dari kalajengking dan ular. Kenapa sampai kita berdoa meminta perlindungan dari hal-hal di atas padahal yang disebutkan dalam doa menyebabkan seseorang mendapatkan kesyahidan sebagaimana disebutkan dalam hadits? Imam Ath-Thibi rahimahullah menjelaskan bahwa hal-hal yang disebutkan asalnya adalah musibah. Adapun mengharapkan kesyahidan dari musibah tersebut, perlu dipahami bahwa memang setiap musibah sampai pun duri yang menusuk akan mendapatkan pahala. Kata Imam Ath-Thibi, antara syahid di medan perang dengan syahid karena musibah di atas sangat berbeda. Karena syahid di medan perang itu diharap-harap. Sedangkan syahid dengan jatuh dari tempat tinggi, terbakar dan tenggelam, itu tidak dicari-cari. Kalau seseorang berusaha bunuh diri dengan cara-cara tadi, malah dihukumi berdosa. Penjelasan di atas diambil dari Muro’ah Al-Mafatih, dinukil dari ahlalhdeeth.com. Moga Allah mematikan kita dalam keadaan husnul khotimah. Sumber: https://rumaysho.com/15114-doa-agar-tidak-mati-mengerikan.html

umum

Doa Agar Tidak Disesatkan Setan Menjelang Kematian

Doa Berlindung Dari Kecelakaan Dan Kematian Yang Mengerikan

HR. Ahmad 8667, Abu Daud 1554 dan dishahihkan al-Albani. Keterangan: Setan Mendatangi Manusia Ketika Sakaratul Maut Itulah detik-detik yang paling menentukan nasib manusia di akhirat. Karena semua amal dinilai berdasarkan ujungnya. Di saat itulah, setan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan. Bisa jadi, dia akan mendatangi manusia ketika kematian. Karena itu, salah satu doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau memohon perlindungan kepada Allah, agar tidak disesatkan setan ketika kematian. Dalam salah satu doanya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan: (doa di atas). Al-Khathabi menjelaskan hadis di atas, dengan menyebutkan beberapa bentuk gangguan setan ketika mendekati kematian, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berlindung dari disesatkan setan ketika kematian. Bentuknya adalah setan mengganggunya ketika dia hendak meninggal dunia. Lalu setan menyesatkannya, sehingga menghalangi dia untuk bertaubat, atau menutupi dirinya sehingga tidak mau memperbaiki urusannya atau memohon maaf dari kedzaliman yang pernah dia lakukan. Atau membuat dia merasa putus asa dari rahmat Allah. Atau membuat dia benci dengan kematian dan merasa sedih meninggalkan hartanya, sehingga dia tidak ridha dengan keputusan Allah berupa kematian, dan menuju akhirat. Sehingga dia akhiri hidupnya dengan keburukan, lalu dia bertemu Allah dalam kondisi dia murka kepada-Nya.” Kemudian, al-Khithabi menegaskan, “Diriwayatkan bahwa tidak ada kesempatan yang lebih diperhatikan setan untuk menyesatkan manusia, selain ketika kematiannya. Dia akan mengundang rekan-rekannya, ‘Kumpul di sini, jika kalian tidak bisa menyesatkannya pada hari ini, kalian tidak lagi bisa menggodanya selamanya.’” (Aunul Ma’bud, 4/287). Sumber: https://konsultasisyariah.com/26531-setan-menggoda-manusia-ketika-sakaratul-maut.html

umum

Doa Memohon Ilmu 1

Doa Memohon Ilmu

Allah Ta'ala memerintahkan Nabi-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam agar meminta tambahan ilmu. Al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah berkata, "Ayat ini adalah dalil yang tegas tentang keutamaan ilmu. Sebab tidaklah Allah Ta'ala pernah memerintahkan Nabi-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam untuk meminta tambahan terhadap sesuatu, selain ilmu…" (Fathul Baari, 1/187).

umum

Doa Memohon Ilmu 2

Doa Memohon Ilmu

HR. Ibnu Majah no. 251 dan 3833. Shahih. Tahqiq al-Albani. Sumber: http://www.salamdakwah.com/baca-artikel/memohon-ilmu-yang-bermanfaat-1.html

umum

Doa Memohon Ilmu Yang Bermanfaat Dan Berlindung Dari Ilmu Yang Tidak Bermanfaat

Doa Memohon Ilmu

HR. Ibnu Hibban. Hadis hasan sahih. Lihat at-Ta’liqaat al-Hisaan, al-Albani No 82. Sumber: http://www.salamdakwah.com/baca-artikel/memohon-ilmu-yang-bermanfaat-1.html

umum

Doa Agar Paham Tentang Agama

Doa Memohon Ilmu

HR. Al-Bukhari no. 143, Fathul Barri I/244, dan Muslim no. 2477. Hadits Shahih. Sumber: https://muslimah.or.id/9591-wanita-dan-majelis-ilmu.html

umum

Doa Agar Diri Dan Keluarga Tetap Mendirikan Shalat (Doa Nabi Ibrahim)

Doa Memohon Kebaikan

(QS. Ibrahim [14]: 40).

umum

Doa Agar Menjadi Hamba Yang Bersyukur Dan Agar Bisa Beramal Shaleh (Doa Nabi Sulaiman)

Doa Memohon Kebaikan

Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=287408304641699&set=a.128972147151983.21826.113035155412349&type=1

umum

Doa Memohon Petunjuk, Ketakwaan, 'Afaf (Terjaga) Dan Ghina (Merasa Cukup)

Doa Memohon Kebaikan

HR. Muslim no. 2721. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membaca doa: (doa di atas).

umum

Doa Memohon Ketakwaan dan Jiwa yang Suci

Doa Memohon Kebaikan

HR. Muslim. Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=563403433708850&set=a.128398600542671.21609.113035155412349&type=1

umum

Doa Agar Dilapangkan hati dan Dimudahkan Urusan dan Ucapan (Doa Nabu Musa)

Doa Memohon Kebaikan

Doa ini adalah doa yang amat manfaat. Doa ini berisi hal meminta kemudahan pada Allah dan agar dimudahkan dalam ucapan serta dimudahkan untuk memahamkan orang lain ketika ingin berdakwah. Doa ini dari Nabi Musa 'alaihis salam. Namun doa ini bisa diamalkan pula oleh kita sebagaimana ditunjukkan oleh para ulama dalam berbagai kitab doa kumpulan mereka.

umum

Doa Memperbaiki Urusan Agama dan Dunia

Doa Memohon Kebaikan

HR. Muslim no. 2720. Dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah berdoa sebagai berikut: (doa di atas). An Nawawi membawakan hadits ini dalam bab “Berlindung dari sesuatu yang telah diamalkan dan apa-apa yang belum diamalkan”.

umum

Doa Melihat Hilal ( Bulan Tanggal Satu)

Doa Memohon Kebaikan

HR. Ahmad dalam musnadnya 888, Ad-Darimi dalam sunannya 1729, At-Thabrani dalam Mu'jam al-Kabir 13330. Hadits ini digolongkan hadits shahih li ghairi oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no. 1816, dan dinilai shahih oleh Syu'aib Al-Arnauth dalam Ta'liq Musnad Ahmad 3/171.

umum

Doa Melihat Permulaan Buah

Doa Memohon Kebaikan

HR. Muslim 2/1000. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Memohon Hisab yang Mudah

Doa Memohon Kebaikan

HR. Ahmad 6/48. Syaikh Syu'aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih selain perkataan: Saya telah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada sebagian shalatnya membaca: (doa di atas). Ini adalah tambahan di mana Muhammad bin Ishaq bersendirian dalam meriwayatkannya. Hadits selengkapnya: Dari Aisyah, ia berkata, saya telah mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pada sebagian shalatnya membaca: (doa di atas). Ketika beliau berpaling saya bekata, "Wahai Nabi Allah, apa yang dimaksud dengan hisab yang mudah?" Beliau bersabda, "Seseorang yang Allah melihat kitabnya lalu memaafkannya. Karena orang yang diperdebatkan hisabnya pada hari itu, pasti celaka wahai Aisyah. Dan setiap musibah yang menimpa orang beriman Allah akan menghapus (dosanya) karenanya, bahkan sampai duri yang menusuknya." Yang dimaksud dengan doa tersebut diterangkan dalam hadits di atas. Maksud "hisab yang mudah" adalah saat di mana dosa-dosa seorang mukmin di hadapkan pada Allah, lalu ia pun mengakui dosa-dosanya itu. Kemudian setelah itu Allah mengampuni dosa-dosanya setelah ia bersendirian dengan Allah dan tidak ada seorang pun yang melihatnya ketika itu. Dari Shafwan bin Muhriz bahwa seorang laki-laki pernah bertanya kepada Ibnu Umar, "Bagaimana Anda mendengar sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tentang An Najwa (bisikan di hari kiamat)?" Ibnu Umar menjawab, "Yaitu salah seorang dari kalian akan mendekat kepada Rabb-nya. Kemudian Dia meletakkan naungan-Nya di atasnya. Kemudian Dia berfirman, 'Apakah kamu telah berbuat ini dan ini?' Hamba itu menjawab, 'Ya, benar.' Dia berfirman lagi, 'Apakah kamu telah melakukan ini dan ini?' Hamba itu menjawab, 'Ya, benar.' Dia pun mengulang-ulang pertanyannya, kemudian berfirman, 'Sesungguhnya Aku telah menutupi dosa-dosa tadi (merahasiakannya) di dunia dan pada hari ini aku telah mengampuninya bagimu.'" (HR. Bukhari no. 6070). Inilah yang dimaksudkan dengan hisab yang mudah di mana dosa-dosa seorang hamba yang beriman itu dimaafkan. Sumber: http://rumaysho.com/amalan/ya-allah-hisablah-aku-dengan-hisab-yang-mudah-1511

umum

Doa Agar Ucapan Terjaga Saat Marah maupun Ridha

Doa Memohon Kebaikan

HR. Ahmad IV/264. Agar tak ada dusta, ketidakadilan dan kata-kata kotor saat emosi memuncak. Sumber: BBG Al-Ilmu (BlackBerry Group)

umum

Doa Memohon Melihat Wajah Allah Swt.

Doa Memohon Kebaikan

HR. Nasai 1305 dan dishahihkan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

umum

Doa Agar Mencintai dan Dicintai Allah

Doa Memohon Kebaikan

HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan dishahihkan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

umum

Doa Memohon Banyak Kebaikan

Doa Memohon Kebaikan

HR. An Nasaa-i no. 1305 dari Sahabat Amar bin Yasir dan dishahihkan Al Albani dalam al-Kalimuth Thayyib no. 105. Sumber: BBM Ibnu Mukhtar (PIN 2666B091)

umum

Doa Agar Diterima Amal Ibadah dan taubat (Doa Nabi Ibrahim)

Doa Memohon Kebaikan

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

umum

Doa Agar Tergolong Orang Beriman (Doa Nabi Ibrahim)

Doa Memohon Kebaikan

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

umum

Doa Agar Bertawakal Hanya Kepada Allah

Doa Memohon Kebaikan

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

umum

Doa Agar Disempurnakan Cahayanya dan Memohon Ampun

Doa Memohon Kebaikan

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

umum

Doa Memohon Rahmat dan Petunjuk

Doa Memohon Kebaikan

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

umum

Doa Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Islam dan Tergolong Orang Saleh (Doa Nabi Yusuf)

Doa Memohon Kebaikan

Sumber: https://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/photos/a.443228542443876.1073741825.145491612217572/611879738912088/?type=1

umum

Doa Memohon Petunjuk dan Kebenaran

Doa Memohon Kebaikan

HR. Muslim no. 2725. Dari ‘Ali, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepadanya, “Ucapkanlah: (doa di atas).” Faedah hadits:

umum

Doa Memohon Kesabaran dan Agar Diwafatkan Dalam Keadaan Muslim

Doa Memohon Kebaikan

(QS. Al A'raf [7]: 126).

umum

Doa Memohon Dihidupkan Jika Itu Baik, dan Dimatikan Jika Itu Baik

Doa Memohon Kebaikan

HR. Bukhari no. 6351, 5671 dan Muslim no. 2680. Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya. Kalau memang harus berangan-angan, hendaknya dia mengatakan: (doa di atas).” Dalam hadits di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang berangan-angan agar mati. Dalam riwayat dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah berdoa meminta mati sebelum datang waktunya.” (HR. Muslim no. 2682). Dalam hadits di atas terkandung larangan bagi setiap muslim untuk berangan-angan mati (dalam pikiran) atau berdoa (dengan diucapkan) meminta kematian karena musibah yang dia alami, baik berupa kemiskinan, kehilangan sesuatu yang berharga, penyakit tertentu yang parah, luka secara fisik, atau musibah-musibah lainnya. Alasan Pelarangan: Perbuatan tersebut menunjukkan keluh kesah terhadap musibah yang menimpa, tidak ridha dengan takdir Allah Ta’ala dan menentang takdir yang telah Allah Ta’ala tetapkan. Yang menjadi kewajiban bagi seorang muslim adalah bersabar dalam menghadapi musibah. Kewajiban sabar ini berdasarkan ijma’ ulama. Yang lebih utama dari sabar adalah bersikap ridha terhadap musibah atau takdir dari Allah Ta’ala tersebut. Ridha terhadap musibah hukumnya sunnah, tidak sampai derajat wajib, menurut pendapat yang paling kuat. Berdoa meminta kematian tidaklah mendatangkan maslahat, namun di dalamnya justru terdapat mafsadah (keburukan), yaitu meminta hilangnya nikmat kehidupan dan berbagai turunannya yang bermanfaat. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Janganlah seseorang mengharapkan kematian dan janganlah meminta mati sebelum datang waktunya. Karena orang mati itu amalnya akan terputus, sedangkan umur seorang mukmin tidaklah bertambah melainkan akan menambah kebaikan.” (HR. Muslim no. 2682). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda, “Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian. Jika dia orang baik, semoga saja bisa menambah amal kebaikannya. Dan jika dia orang yang buruk (akhlaknya), semoga bisa menjadikannya bertaubat.” (HR. Bukhari no. 5673). Sumber: https://muslim.or.id/43190-hukum-berdoa-mengharapkan-kematian.html

umum

Doa Memohon Keteguhan, Petunjuk Sekaligus Sebagai pembeli Petunjuk

Doa Memohon Kebaikan

HR. Bukhari, Muslim. Asal doa ini adalah bahwa suatu ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada Jarir Bin Abdillah al-Bajali Radhiyallahu anhu, “Wahai Jarir! Buat aku nyaman dari Dzul Khalashah (dengan melenyapkannya)”. Yaitu sebuah bangunan (terdapat berhala di sana) milik Khats’am yang biasa disebut dengan Ka’bah Yamaniyah. Maka Jarir pun segera bertolak bersama 150 ksatria berkuda. Dan Jarir saat itu mengeluhkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang dirinya yang tidak bisa duduk mantap di atas pelana kudanya. Lalu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menepuk dada Jarir, dan mendoakannya, “Ya Allah, teguhkanlah ia, dan jadikanlah ia pemberi petunjuk sekaligus mendapat petunjuk.” (Lihat Shahih al-Bukhaari kitab al-Jihad wa as-Siyar; Bab Harq ad-Duur wa an-Nakhiil no 3020; juga no 4356; Muslim kitab Fadhaa’il ash-Shahaabah Bab min Fadhaa’il Jarir Bin Abdillah no 2475 dan 2476). Dalam doa ini terkandung permohonan agar diberi ketegaran dan kekokohan dalam segala hal, baik tegar secara fisik maupun mental, baik dalam urusan dunia maupun akhirat. Permohonan agar diberi kekokohan tersebut sifatnya umum dan menyeluruh, seperti yang ditunjukkan dalam ungkapan tersebut yang tidak menyebutkan obyeknya (maf’ul bih). Artinya tegar dalam segala hal. Tegarnya hati sekaligus fisik dalam menghadapi musuh, tegar menghadapi fitnah, syahwat, syubhat, tegar saat menjemput kematian agar tidak disesatkan syetan, tegar di alam Barzakh, juga tegar di hari akhir di atas Shirat. Ini adalah termasuk jawaami’ul kalim dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam; ungkapan dengan lafazh singkat, namun sarat arti dan dalam cakupannya. Doa ini juga memuat permohonan agar Allah Azza wa Jalla memberikan kepadanya petunjuk (petunjuk taufiq), sekaligus agar ia memberi petunjuk kepada orang lain, yaitu dengan menunjukkan kebaikan kepada orang lain. Ini adalah nikmat Allah Azza wa Jalla yang begitu luhur bagi hamba, yaitu agar Allah Azza wa Jalla mengokohkannya di atas agama ini dan memberinya petunjuk-Nya, kemudian agar Allah Azza wa Jalla menganugerahkan kepadanya taufik untuk berdakwah menyeru manusia pada yang makruf dan mencegah yang mungkar. Lihat Syarh ad-Du’aa’ Min al-Kitab wa as-Sunnah, doa no 131. Sumber: https://almanhaj.or.id/11433-doa-agar-tegar-dan-menerangi-manusia-dengan-kebaikan.html

umum

Doa Memohon Keimanan, Keyakinan, dan Pemahaman

Doa Memohon Kebaikan

HR. Abdullah bin Imam Ahmad dalam As-Sunnah (I/368, No. 797) dan Al-Laalikai dalam Syirah Ushul I’tiqod Ahlis Sunnah waljama’ah (No. 1704). Al-Hafizh Ibnu Hajar menyatakan sanadnya shahih dalam Fathul Barri (I/48). Sumber: https://muslimah.or.id/9591-wanita-dan-majelis-ilmu.html

umum

Doa Memohon Keteguhan Di Atas Agama Islam

Doa Memohon Kebaikan

HR. ath-Thabrani. Sumber: https://yufidia.com/5027-doa-memohon-keteguhan-di-atas-islam.html

umum

Doa Memohon Iman Yang Tidak Lepas, Nikmat yang Tidak Habis, dan Menyertai Nabi Muhammad di Surga

Doa Memohon Kebaikan

Sumber: https://rumaysho.com/23644-20-doa-dan-dzikir-saat-wabah-corona-melanda.html

umum

Doa Memohon Qona'ah (Merasa Cukup)

Doa Memohon Kebaikan

HR. Al Hakim. Hadits shohih. Sumber: https://bbg-alilmu.com/wp-content/uploads/2015/06/qona-ah.jpg

umum

Doa Agar Dibimbing Ke Jalan yang Benar (Doa Nabi Musa)

Doa Memohon Kebaikan

(QS. Al Qashash [28]: 22).

umum

Doa Ketika Sangat Butuh Sesuatu Ataupun Pertolongan Dari Allah (Doa Nabi Musa)

Doa Memohon Kebaikan

Anda bisa perhatikan surat al-Qashas, Allah menceritakan Musa dari ayat 3 hingga ayat 43. Doa ini diucapkan Musa ketika beliau berada di kondisi serba susah. Diliputi rasa cemas dan ketakutan. Bagi orang awam, keadaan itu mungkin sudah dianggap puncak ujian, seolah tidak ada lagi harapan untuk hidup.

umum

Doa Keluar Rumah

Doa Keluar Dan Masuk Rumah

HR. Abu Daud 5095, Turmudzi 3426 dan dishahihkan al-Albani. Keutamaan: Dalam hadis dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan keutamaan doa ini, “Apabila seseorang keluar dari rumahnya kemudian dia membaca: (doa di atas), maka disampaikan kepadanya, ‘Kamu diberi petunjuk, kamu dicukupi kebutuhannya, dan kamu dilindungi.’ Seketika itu setan-setanpun menjauh darinya. Lalu salah satu setan berkata kepada temannya, ‘Bagaimana mungkin kalian bisa mengganggu orang yang telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’” Keterangan: Makna “disampaikan kepadanya”: yang menyampaikan adalah Malaikat. Malaikat itu mengatakan kepada orang yang membaca doa ini ketika keluar rumah, ‘Wahai hamba Allah, kamu telah diberi petunjuk, dicukupi, dan dilindungi.’ (Tuhfatul Ahwadzi, Syarh Sunan Turmudzi, 9/271). Sumber: https://konsultasisyariah.com/22104-doa-agar-dijamin-aman-ketika-keluar-rumah.html

umum

Doa Masuk Rumah 1 (Bismillah)

Doa Keluar Dan Masuk Rumah

HR. Muslim 2018. Hadis selengkapnya: Ada hadis yang menganjurkan agar kita menyebut nama Allah saat masuk rumah. Tujuannya adalah agar setan dari luar tidak turut masuk rumah bersama kita. Dalam hadis dari Jabir bin 'Abdillah radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Jika seseorang memasuki rumahnya lalu dia menyebut nama Allah saat masuk rumah, begitu pula saat dia makan, maka setan pun berkata (kepada teman-temannya), ‘Kalian tidak ada tempat untuk bermalam dan tidak ada jatah makan.’ Ketika dia masuk rumahnya tanpa menyebut nama Allah, setan-pun mengatakan (kepada teman-temannya), ‘Saat ini kalian mendapatkan tempat untuk bermalam.’ Dan ketika dia lupa menyebut nama Allah saat makan, maka setanpun berkata, ‘Kalian mendapat tempat bermalam dan jatah makan malam.’” Hadis ini secara umum menunjukkan anjuran untuk berdzikir, menyebut nama Allah ketika masuk rumah dan ketika hendak makan. Sumber: https://konsultasisyariah.com/28306-baca-doa-ini-agar-setan-tidak-masuk-rumah-anda.html

umum

Doa Masuk Rumah 2 (Salam)

Doa Keluar Dan Masuk Rumah

Dari Anas bin Malik –radhiyallahu ‘anhu-, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata padanya, “Wahai anakku, jika engkau memasuki rumah dan menemui keluargamu, ucapkanlah salam biar datang berkah padamu dan juga pada keluargamu.” (HR. Tirmidzi no. 2698. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini dho’if. Namun Syaikh Al Albani merujuk pendapatnya dan menshahihkan hadits ini dalam Shohih Al Kalim 47). Juga terdapat perintah dalam ayat Al Qur’an, “Maka apabila kamu memasuki (suatu rumah dari) rumah-rumah (ini) hendaklah kamu memberi salam kepada (penghuninya yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberi berkat lagi baik.” (An-Nur [24]: 61). Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu berkata, “Jika engkau masuk rumah dan menemui keluargamu, maka ucapkanlah salam pada mereka sebagai salam penghormatan di sisi Allah dan juga untuk mendapatkan berkah yang baik.” (Diriwayatkan dalam Al Adabul Mufrod no. 1095). Jika diberi salam, maka hendaklah dibalas sebagaimana perintah Allah, “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (An-Nisa’ [4]: 86). Sebagian ulama mengatakan, jika ada yang memberi salam, maka balaslah dengan yang lebih sempurna atau balaslah dengan yang semisal. Membalas dengan lebih sempurna dihukumi sunnah, sedangkan membalas dengan yang semisal dihukumi wajib (Shahih Al Adab Al Mufrod, 3: 219). Misalnya, ketika memasuki rumah diucapkan salam “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah,” yang lebih sempurna adalah menjawab dengan “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.” Yang semisal adalah membalas dengan ucapan “assalamu ‘alaikum wa rahmatullah.” Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin berkata, “Jika engkau memasuki suatu rumah, maka ucapkanlah salam pada orang yang ada di dalam baik pada keluarga, teman, atau selain itu. Ini termasuk sunnah. Wallahul muwaffiq.” (Syarh Riyadhis Sholihin, 4: 414). Diriwayatkan oleh Abu Umamah Al-Bahili, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ada tiga orang yang mendapat jaminan dari Allah, (di antaranya) seseorang yang masuk rumahnya dengan mengucapkan salam, maka dia mendapatkan jaminan dari Allah.” (HR. Abu Dawud no. 2494, dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud: shahih). Sumber: https://rumaysho.com/6006-doa-masuk-rumah.html dan https://asysyariah.com/menyebarkan-salam

umum

Doa Masuk Rumah Ketika Tidak Ada Orang

Doa Keluar Dan Masuk Rumah

HR. Bukhari dalam Adabul Mufrod 806/1055. Sanad hadits ini hasan sebagaimana dikatakan oleh Al Hafizh Ibnu Hajar dalam Al Fath, 11: 17. Mengucapkan salam pada rumah yang tidak berpenghuni atau tidak ada seorangpun di rumah tersebut tidaklah wajib, namun disunnahkan. Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Jika seseorang masuk rumah yang tidak didiami, maka ucapkanlah: (doa di atas).” Hal di atas diucapkan ketika rumah kosong. Namun jika ada keluarga atau pembantu di dalamnya, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alaikum”. Namun jika memasuki masjid, maka ucapkanlah “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin”. Sedangkan Ibnu ‘Umar menganggap salam yang terakhir ini diucapkan ketika memasuki rumah kosong. Imam Nawawi rahimahullah dalam kitab Al Adzkar berkata, “Disunnahkan bila seseorang memasuki rumah sendiri untuk mengucapkan salam meskipun tidak ada penghuninya. Yaitu ucapkanlah: (doa di atas). Begitu pula ketika memasuki masjid, rumah orang lain yang kosong, disunnahkan pula mengucapkan salam “Assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibadillahish sholihiin. Assalamu ‘alaikum ahlal bait wa rahmatullah wa barakatuh”. (Al Adzkar, hal. 468-469). Maksud kalimat “Assalamu ‘alainaa” menunjukkan seharusnya do’a dimulai untuk diri sendiri dulu baru orang lain. Sedangkan kalimat “wa ‘ala ‘ibadillahish sholihiin”, yaitu salam pada hamba yang sholeh, maksud sholeh adalah orang yang menjalani kewajiban, hak Allah dan juga hak hamba. (Syarh Shahih Al Adabil Mufrod, 3: 186). Sumber: https://rumaysho.com/6018-mengucapkan-salam-pada-rumah-kosong.html

umum

Bacaan Setelah Adzan 1 (Bersaksi) - Lafal 1

Bacaan Terkait Adzan

HR. Muslim no. 386. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengucapkan setelah mendengar azan: (bacaan di atas), maka dosanya akan diampuni.” Sumber: https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html

umum

Bacaan Setelah Adzan 1 (Bersaksi) - Lafal 2

Bacaan Terkait Adzan

HR. Muslim no. 386. Dari Sa'ad bin Abi Waqqash, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Siapa yang mengucapkan setelah mendengar azan: (bacaan di atas), maka dosanya akan diampuni.” Sumber: https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html

umum

Bacaan Setelah Adzan 2 (Memohonkan Wasilah)

Bacaan Terkait Adzan

HR. Al-Bukhari 1/152. Keterangan: Cara membacanya adalah “…muhammadanil wasiilata…” dan “…mahmuudanil-ladzii…”, yaitu ada tambahan nun wiqoyah (dibaca “ni”). Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan: (doa di atas), maka dia akan mendapatkan syafa'atku kelak.” (HR. Bukhari no. 614). Sumber: Hisnul Muslim dan https://rumaysho.com/10008-5-amalan-ketika-mendengar-azan.html

umum

Doa Sebelum Makan

Doa Terkait Makan

Hadits Tentang Membaca “Bismillah” Dari ‘Umar bin Abi Salamah, ia berkata, “Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tanganku berseliweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai ghulam (anakku), sebutlah nama Allah (bacalah “BISMILLAH”), makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu.” Maka seperti itulah gaya makanku setelah itu. (HR. Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022). An Nawawi rahimahullah membawakan hadits di atas dalam kitabnya Al Adzkar pada Bab “Tasmiyah ketika makan dan minum” (Al Adzkar, Yahya bin Syarf An Nawawi, hal. 217, Darul Hadits Al Qohiroh, cetakan 1424 H). Ibnu ‘Allan Asy Syafi’i rahimahullah mengatakan ketika menjelaskan perkataan An Nawawi, “Sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Syarh Al ‘Ubab pada bab rukun-rukun shalat, jika disebut tasmiyah, maka yang dimaksud adalah ucapan “bismillah”. Sedangkan jika disebut basmalah, maka yang dimaksud adalah ucapan “bismillahir-rohmaanir-rohiim” (Al Futuhaat Ar Robbaniyah ‘ala Adzkar An Nawawiyah, Ibnu ‘Allan, 5/120, Darul Kutub Al ‘Ilmiyyah, cetakan pertama, 1424 H). Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan ‘Bismillaahi awwalahu wa aakhirohu (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)’.” (HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih). Dari Hudzaifah, ia berkata, “Jika kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghadiri jamuan makanan, maka tidak ada seorang pun di antara kami yang meletakkan tangannya hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memulainya. Dan kami pernah bersama beliau menghadiri jamuan makan, lalu seorang Arab badui datang yang seolah-oleh ia terdorong, lalu ia meletakkan tangannya pada makanan, namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memegang tangannya. Kemudian seorang budak wanita datang sepertinya ia terdorong hendak meletakkan tangannya pada makanan, namun beliau memegang tangannya dan berkata, “Sungguh, setan menghalalkan makanan yang tidak disebutkan nama Allah padanya. Setan datang bersama orang badui ini, dengannya setan ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Dan setan tersebut juga datang bersama budak wanita ini, dengannya ia ingin menghalalkan makanan tersebut, maka aku pegang tangannya. Demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan tersebut ada di tanganku bersama tangan mereka berdua.” (HR. Abu Daud no. 3766. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih). Dari Wahsyi bin Harb dari ayahnya dari kakeknya bahwa para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami makan dan tidak merasa kenyang?” Beliau bersabda, “Kemungkinan kalian makan sendiri-sendiri.” Mereka menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Hendaklah kalian makan secara bersama-sama, dan sebutlah nama Allah, maka kalian akan diberi berkah padanya.” (HR. Abu Daud no. 3764. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut hasan). Dari seseorang yang mengabdi pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika makanan mendekatinya, beliau mengucapkan “bismillah”. (Disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Kalimuth Thoyyib no. 190. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan). Jika kita melihat dari hadits-hadits yang ada, membaca “bismillah” ketika hendak makan diperintahkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan juga menjadi kebiasaan beliau. Maka sudah sepatutnya umat Islam yang selalu ingin meneladani beliau, mengikutinya dalam hal ini. Cukup Dengan Ucapan “Bismillah” Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud dengan tasmiyah ketika makan adalah bacaan “bismillah”, ini disebut di awal ketika makan. Dalil yang paling tegas tentang maksud bacaan tasmiyah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi dari jalan Ummu Kultsum dari ‘Aisyah, marfu’ (sebagai sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia ucapkan “bismillah”. Jika ia lupa untuk menyebutnya, hendaklah ia mengucapkan: Bismillaahi fii awwalihi wa aakhirihi (dengan nama Allah pada awal dan akhirnya)”. Hadits ini memiliki penguat dari hadits Umayyah bin Makhsyi yang dikeluarkan oleh Abu Daud dan An Nasai (Lihat Fathul Bari, Ibnu Hajar Al Asqolani, 9/521, Darul Ma’rifah, Beirut, 1379). Kesimpulan: Jika kita perhatikan dari dalil-dalil yang ada (di antaranya hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha di atas), ucapan yang tepat sebelum makan cukup dengan “bismillah”, bukan “bismillahir-rohmanir-rohiim”. Membaca “Bismillah” Ketika Minum Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa minum dengan tiga nafas. Jika wadah minuman didekatkan ke mulut beliau, beliau menyebut nama Allah Ta’ala. Jika selesai satu nafas, beliau bertahmid (memuji) Allah Ta’ala. Beliau lakukan seperti ini tiga kali.” (Shahih, As Silsilah Ash Shohihah no. 1277). Maksud hadits di atas adalah ketika minum hendaklah dengan tiga kali nafas. Pada nafas pertama, sebelum minum ucapkanlah “bismillah”. Selesai satu nafas, ucapkanlah “alhamdulillah”. Nafas kedua dan ketiga pun dilakukan seperti itu. Inilah yang disunnahkan ketika minum. Sumber: https://rumaysho.com/1114-sebelum-makan-bacalah-bismillah.html

umum

Bila Lupa Membaca Doa Sebelum Makan

Doa Terkait Makan

HR. Abu Daud no. 3767 dan At Tirmidzi no. 1858. At Tirmidzi mengatakan hadits tersebut hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits tersebut shahih. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa untuk menyebut nama Allah Ta’ala di awal, hendaklah ia mengucapkan: (doa di atas).” Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Jika seseorang meninggalkan membaca “bismillah” di awal karena sengaja, lupa, dipaksa, tidak mampu mengucapkannya karena suatu alasan, lalu ia bisa mengucapkan di tengah-tengah makannya, maka ia dianjurkan mengucapkan: (doa di atas). (Al Adzkar, hal. 427, terbitan Dar Ibnu Khuzaimah). Dari Umayyah bin Mihshon -seorang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah duduk dan saat itu ada seseorang yang makan tanpa membaca bismillah hingga makanannya tersisa satu suapan. Ketika ia mengangkat suapan tersebut ke mulutnya, ia mengucapkan: (doa di atas). Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tertawa dan beliau bersabda, “Setan terus makan bersamanya hingga. Ketika ia menyebut nama Allah (bismillah), setan memuntahkan apa yang ada di perutnya.” (HR. Abu Daud no. 3768, Ahmad 4: 336 dan An Nasai dalam Al Kubro 10113. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan. Al Hakim menshahihkan hadits ini dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Al Mutsanna bin ‘Abdurrahman mengatakan hadits ini hasan dan memiliki berbagai penguat. Lihat Majma’ Az Zawaid, 5: 22). Hadits terakhir di atas menunjukkan bahwa setan itu berserikat pada makanan yang tidak disebut nama Allah (membaca: bismillah) saat dimakan. Lalu jika seseorang mengingat Allah (mengucap bismillah) di tengah-tengah makan walau makanan tersisa sedikit, maka diharamkan pada setan apa yang telah dimakan sebelumnya. Juga hadits di atas menunjukkan bahwa setan bisa muntah. Lihat Bahjatun Nazhirin karya Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilaly, 2: 48. Sumber: https://rumaysho.com/3712-lupa-membaca-bismillah-di-awal-makan.html

umum

Doa Bila Diberi Rezeki Berupa Makanan

Doa Terkait Makan

HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322. At Tirmidzi dan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: (doa di atas). Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi, wa zidnaa minhu” (Ya Allah, berkahilah kami padanya, dan tambahkanlah kepada kami darinya). Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.” Sumber: https://rumaysho.com/1114-sebelum-makan-bacalah-bismillah.html

umum

Doa Minum Susu

Doa Terkait Makan

HR. Tirmidzi no. 3455, Abu Daud no. 3730, Ibnu Majah no. 3322. At Tirmidzi dan Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang Allah beri makan hendaknya ia berdoa: “Allaahumma baarik lanaa fiihi, wa ath'imnaa khoiron minhu” (Ya Allah, berkahilah kami dengan makanan ini, dan berilah kami makan yang lebih baik darinya). Barang siapa yang Allah beri minum susu maka hendaknya ia berdoa: (doa di atas). Rasulullah shallallahu wa ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada sesuatu yang bisa menggantikan makan dan minum selain susu.” Sumber: https://rumaysho.com/1114-sebelum-makan-bacalah-bismillah.html

umum

Doa Setelah Makan

Doa Terkait Makan

HR. Abu Daud no. 4043, Tirmidzi no. 3458, Ibnu Majah no. 3285 dan Ahmad 3: 439. Imam Tirmidzi, Ibnu Hajar dan ulama lainnya menghasankan hadits ini sebagaimana disetujui oleh Syaikh Salim bin ‘Ied Al Hilali dalam Bahjatun Nazhirin, 2: 50. Dari Mu’adz bin Anas, dari ayahnya ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang makan makanan kemudian mengucapkan: (doa di atas), maka diampuni dosanya yang telah lalu.” Sumber: https://rumaysho.com/6048-do-setelah-makan.html

umum

Doa Bila Diberi Makan Oleh Orang Lain

Doa Terkait Makan

HR. Muslim 2055. Hadis selengkapnya: Dari Al-Miqdad radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: Saya datang ke Madinah bersama dua temanku. Sementara pendengaran dan penglihatan kami mulai terganggu karena sangat lapar dan kehausan, kemudian kami mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam… dst. Dalam hadis tersebut dinyatakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca doa: (doa di atas). Doa di atas (Allaahumma ath'im… dst) berlaku umum, untuk setiap kejadian ketika kita diberi makanan orang lain. Baik ketika sedang puasa maupun di luar waktu puasa. Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/270589506374448

umum

Doa Berbuka Puasa

Doa Terkait Puasa

Doa Terkait Puasa Doa Berbuka Puasa 1 ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ، وَثَبَتَ اْلأَجْرُ، إِنْ شَاءَ اللَّهُ Dzahabazh-zhoma-u, wabtallatil 'uruuqu, watsabatal ajru, in syaa-allaah. Telah hilang dahaga, dan urat-urat telah basah, dan telah tetap pahala, insya Allah. HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395 dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadis ini dinilai hasan oleh Al-Albani. Hadis selengkapnya: Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: (doa di atas). Kapan doa ini diucapkan? Umumnya doa terkait perbuatan tertentu, dibaca sebelum melakukan perbuatan tersebut. Doa makan dibaca sebelum makan, doa masuk kamar mandi dibaca sebelum masuk kamar mandi, dst. Nah, apakah ketentuan ini juga berlaku untuk doa di atas? Dilihat dari arti doa di atas, dzahir menunjukkan bahwa doa ini dibaca setelah orang yang berpuasa itu berbuka. Syaikh Ibnu Utsaimin menegaskan: Hanya saja, terdapat doa dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, jika doa ini shahih, bahwa doa ini dibaca setelah berbuka. Yaitu doa: (doa di atas). Doa ini tidak dibaca kecuali setelah selesai berbuka. (Al-Liqa As-Syahri, no. 8, dinukil dari Islamqa.com). Keterangan yang sama juga disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 7428. Karena itu, urutan yang tepat untuk doa ketika berbuka adalah: Membaca basmalah sebelum makan kurma atau minum (berbuka). Mulai berbuka. Membaca doa berbuka: (doa di atas). Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/268514896581909

umum

Doa Berbuka Puasa Di Tempat Orang Lain

Doa Terkait Puasa

HR. Abu Dawud 3/367, Ibnu Majah 1/556 dan An-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah no. 296-298. Al-Albani menyatakan hadits tersebut shahih dalam Shahih Abi Dawud 2/730. Ketika kita tidak berbuka di rumah, seperti berbuka di masjid atau di tempat orang lain, dan kita diberi hidangan berbuka oleh saudara muslim yang lain, maka kita dianjurkan mendoakan mereka, sebagai wujud rasa terima kasih kita kepadanya. Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/270896109677121

umum

Doa Malam Lailatul Qadar

Doa Terkait Ramadhan

HR. Ahmad 25384, At-Turmudzi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaum wa lailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua'bul Iman 3426. Hadis ini dinilai shahih oleh Al-Albani. Hadits selengkapnya: Dari A'isyah radhiyallahu 'anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab: Ucapkanlah: (doa di atas). Adakah tambahan "kariim"? Kita sering mendengar orang membaca doa yang mirip dengan ini, namun dengan tambahan: allaahumma innaka 'afuwwun kariim, tuhibbu… Benarkah tambahan ini? Disebutkan dalam Silsilah Ahadits As-Shahihah: Dalam sunan Turmudzi, setelah 'afuwun, terdapat tambahan "kariimun"! Tambahan ini sama sekali tidak terdapat dalam referensi cetakan lama, tidak juga dalam cetakan lain yang menukil darinya. Kelihatannya, ini adalah tambahan dari sebagian pentranskrip atau penerbit. Tambahan ini tidak ada dalam cetakan Al-Hindiyah untuk Sunan Turmudzi yang ada syarahnya (Tuhfatul Ahwadzi) karya Mubarokfuri dan tidak pula dalam cetakan lainnya. Diantara yang menguatkan hal itu, bahwa Imam An-Nasai meriwayatkan doa ini dengan jalur sanad sebagaimana yang ada dalam sunan Turmudzi, keduanya berasal dari gurunya: Quthaibah bin Said dengan sanadnya dan tidak ada tambahan tersebut. (Silsilah Ahadits As-Shahihah, catatan untuk hadis no. 3337). Kesimpulannya bahwa tambahan "kariim" tidak ada dalam hadis. Kemungkinan, itu adalah tambahan proses transkrip atau dari penerbit. Allahu a'lam. Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/273965022703563

umum

Lafal Takbir Hari Raya 1 (Dari Ibnu Mas'ud)

Ucapan Terkait Hari Raya.

umum

Ucapan Selamat Hari Raya

Ucapan Terkait Hari Raya.

Ucapan Terkait Hari Raya Ucapan Selamat Hari Raya تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ Taqabbalallaahu minnaa wa minkum. Semoga Allah menerima amal kami dan amal kalian. Al-Hafiz Ibnu Hajar mengatakan, "Dari Jubair bin Nufair, beliau mengatakan, Dahulu, apabila para sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam saling bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan: (ucapan di atas)." (Sanadnya hasan. Fathul Bari, 2:446). Ibnu Aqil menyebutkan beberapa riwayat. Di antaranya dari Muhammad bin Ziyad, beliau mengatakan, "Saya pernah bersama Abu Umamah Al-Bahili radhiallahu 'anhu dan beberapa sahabat lainnya. Setelah pulang dari shalat id, mereka saling memberikan ucapan: (ucapan di atas)." (Al-Mughni, 2:250. As-Suyuthi mengatakan, "Sanadnya hasan."). Imam Malik ditanya tentang ucapan seseorang kepada temannya di hari raya: (ucapan di atas), atau "Ghafarallaahu lana wa laka." Beliau menjawab, "Saya tidak mengenalnya dan tidak mengingkarinya." (At-Taj wal Iklil, 2:301). Ibnu Habib menjelaskan maksud ucapan Imam Malik, "Maksud beliau, saya tidak menganggapnya sebagai sunnah dan saya tidak mengingkari orang yang mengucapkannya, karena ucapan itu isinya baik, mengandung doa…" (Al-Fawakih Ad-Dawani, 3:244). Syekh Asy-Syabibi mengatakan, "Bahkan, wajib mengucapkan ucapan selamat ketika hari raya, jika tidak mengucapkan kalimat ini menyebabkan permusuhan dan terputusnya hubungan sesama…" (Al-Fawakih Ad-Dawani, 3:244). Ibnu Habib mengatakan, "Yang semisal dengan ini adalah ucapan sebagian orang ketika id, 'Iid Mubaarak' (Id yang diberkahi), 'Ahyaakum' (Semoga Allah memberi keselamatan bagimu), dan semisalnya. Tidak diragukan, bahwa ini semua diperbolehkan." (Al-Fawakih Ad-Dawani, 3:244). Syaikhul Islam mengatakan, sebagai jawaban atas pertanyaan yang ditujukan kepada beliau, "Ucapan selamat di hari raya antara satu sama lain setelah shalat id (seperti: (ucapan di atas) atau 'ahalallaahu 'alaika' dan semacamnya) maka ucapan ini diriwayatkan dari beberapa sahabat bahwa mereka melakukannya. Sebagian ulama, seperti Imam Ahmad dan yang lainnya, juga memberi keringanan…" (Majmu' Fatawa, 5:430). Imam Ahmad rahimahullah berkata, "Tidak mengapa hukumnya bila seseorang mengucapkan kepada saudaranya saat Idul Fitri: (ucapan di atas)." Demikian yang dinukil Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah pernah ditanya, "Apa hukum mengucapkan selamat di hari raya sebagaimana banyak diucapkan oleh orang-orang? Seperti 'Indaka Mubarak (semoga engkau memperoleh barakah di hari Idul Fitri) dan ucapan yang senada. Apakah hal ini memiliki dasar hukum syariat ataukah tidak? Jika memiliki dasar hukum syariat bagaimana seharusnya ucapan yang benar?" Beliau rahimahullah menjawab, "Adapun hukum tahniah (ucapan selamat) di hari raya yang diucapkan satu dengan yang lainnya ketika selesai shalat ied seperti 'Taqabbalallaahu minnaa wa minkum, wa ahalahullaahu 'alaik' (Semoga Allah menerima (amalan) dari kami dan darimu sekalian dan semoga Allah menyempurnakannya atasmu), dan yang semisalnya, telah diriwayatkan dari sebagian sahabat bahwasanya mereka melakukannya dan para imam memberi keringanan perbuatan ini seperti Imam Ahmad dan yang lainnya. Akan tetapi Imam Ahmad berkata, "Aku tidak akan memulai mengucapkan selamat kepada siapa pun. Namun jika ada orang yang memberi selamat kepadaku akan kujawab. Karena menjawab tahiyyah (penghormatan) adalah wajib. Adapun memulai mengucapkan selamat kepada orang lain maka bukanlah bagian dari sunnah yang dianjurkan dan bukan pula sesuatu yang dilarang dalam syariat. Barangsiapa yang melakukannya maka ia memiliki qudwah (teladan) dan orang yang meninggalkan pun juga memiliki qudwah (teladan). Wallahu a'lam. (Al-Fatawa Al-Kubra, 2/228). Syaikh Ibnu Ustaimin ditanya, "Apa hukum tahniah (ucapan selamat) di hari raya? Apakah ada bentuk ucapan tertentu?" Beliau rahimahullah menjawab, "Hukum tahniah (ucapan selamat) di hari raya adalah boleh dan tidak ada bentuk ucapan tertentu yang dikhususkan. Karena (hukum asal-pen) setiap adat kebiasaan yang dilakukan orang itu boleh selama bukan perbuatan dosa." Dalam kesempatan lain beliau rahimahullah juga ditanya, "Apa hukum berjabat tangan, berpelukan dan saling mengucapkan selamat hari raya ketika selesai shalat ied?" Beliau rahimahullah menjawab, "Hukum semua perbuatan ini tidaklah mengapa. Karena orang yang melakukanya tidak bermaksud untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah 'Azza wa Jalla. Melainkan hanya sekedar melakukan adat dan tradisi, saling memuliakan dan menghormati. Karena selama adat tersebut tidak bertentangan dengan syariat maka hukumnya boleh." (Majmu'Fatawa Ibni Utsaimin, 16/ 208-210). Sumber: http://www.konsultasisyariah.com/ucapan-selamat-idul-fitri dan http://muslimah.or.id/fikih/ucapan-selamat-di-hari-raya.html

umum

Doa Menyembelih Hewan Kurban

Ucapan Terkait Hari Raya.

HR. Muslim 3/1557, Al-Baihaqi 9/287, sedangkan kalimat di antara dua kurung, menurut riwayat Al-Baihaqi 9/287. Sedangkan yang terakhir, kami ambilkan dari riwayat Muslim. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Menolak Firasat Buruk/Sial

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Ahmad 2/220, Ibnus Sunni no. 292, dan lihat Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1065. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Berlindung Dari Hilangnya Nikmat, Berubahnya Kesehatan/Keselamatan, Siksa Dan Murka Allah

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Muslim no. 2739. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, “Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah: (doa di atas).”

umum

Doa Berlindung Dari Beratnya Cobaan, Kesengsaraan Yang Hebat, Keburukan Takdir Dan Kegembiraan Musuh

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Al-Bukhari no. 6347 dan Muslim no. 2707. Muttafaqun ‘alaih.

umum

Doa Berlindung Dari Sifat Lemah, Malas, Pengecut Dan Pikun

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Muslim no. 2706. Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=431129640269564&id=113035155412349

umum

Doa Berlindung Dari Sifat Malas, Pengecut/Lemahnya Hati, Pikun/Usia Tua Dan Kikir

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Bukhari. Bukhari: 83-Kitab Ad Da'awaat, 41-Bab Meminta Perlindungan dari Umur yang Sulit Untuk Beramal. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa meminta perlindungan melalui doa: (doa di atas). Sumber: BBG Al-Ilmu (BlackBerry Group)

umum

Doa Berlindung Dari Sifat Lemah, Malas, Pengecut, Pikun, Kikir, Siksa Kubur Dan Fitnah Kehidupan Dan Kematian

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membaca doa: (doa di atas).

umum

Doa Berlindung Dari Sifat Malas, Pikun, Dosa, Hutang, Fitnah Dan Azab Kubur, Fitnah Dan Azab Neraka, Fitnah Kekayaan Dan Kemiskinan Dan Fitnah Dajjal

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Bukhari 6368. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

hartahutang

Doa Berlindung Dari Sifat Pengecut, Pikun, Fitnah Dunia Dan Azab Kubur

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Bukhari 2822. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

umum

Doa Berlindung Dari Keburukan Amal

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Muslim 2716. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

umum

Doa Agar Musibah Tidak Menimpa Agama Dan Agar Dunia Bukan Sebagai Tujuan

Doa Berlindung Dari Keburukan

Doa Berlindung Dari Keburukan Doa Agar Musibah Tidak Menimpa Agama Dan Agar Dunia Bukan Sebagai Tujuan وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا Wa laa taj'al mushiibatanaa fii diininaa, wa laa taj'alid-dunyaa akbaro hamminaa, wa laa mablagho 'ilminaa. (Ya Allah) Janganlah Engkau jadikan musibah pada kami menimpa agama kami. Janganlah Engkau jadikan dunia (harta dan kemewahan) sebagai cita-cita terbesar kami, jangan juga sebagai tujuan utama dari ilmu kami. HR. At-Tirmidzi V/528 no.3502, An-Nasa'I dalam As-Sunan Al-Kubro VI/106, Al-Hakim I/528 dan Ibnu As-Sunny dalam Amalul Yaum wa Al-Lailah no.445. Derajat hadits tersebut hasan (baik), sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih Sunan At-Tirmidzi III/168 no.2783 dan Shohih Al-Jami’ I/400. Keterangan: Makna “Janganlah Engkau jadikan musibah pada kami menimpa agama kami”: janganlah Engkau menimpakan kepada kami suatu musibah yang menyebabkan berkurang atau hilangnya agama dan keimanan kami, seperti musibah berbuat kemurtadan, kemusyrikan dan kekufuran, atau memiliki keyakinan yang sesat dan batil, atau melalaikan kewajiban dan bermalas-malasan dalam menjalankan ketaatan, melakukan hal-hal yang haram, atau berkuasanya orang-orang kafir dan munafik atas kaum muslimin dsb. Demikianlah maksud doa Nabi di atas, karena musibah dalam urusan agama merupakan sebesar-besarnya musibah yang menimpa seorang hamba di dunia, dan hal ini akan menyebabkan kesengsaraan dan kebinasaannya di akhirat kelak. Sumber: https://abufawaz.wordpress.com/2013/02/01/musibah-terbesar-adalah-musibah-yang-menimpa-agama-seorang-hamba

musibahkabar

Doa Berlindung Dari Keburukan Anggota Badan

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. An-Nasa’i no. 5446, Abu Daud no. 1551, Tirmidzi no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

umum

Doa Berlindung Dari Kesusahan, Kesedihan, Lemah, Malas, Kikir, Penakut, Lilitan Hutang Dan Penindasan Orang

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Al-Bukhari 7/158. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam senantiasa membaca doa ini, lihat kitab Fathul Baari 11/173. Sumber: Hisnul Muslim.

sedihsulit

Doa Berlindung Dari Kesusahan, Kesedihan, Lemah, Malas, Penakut, Kikir, Lilitan Hutang Dan Penguasaan Orang

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR Abu Dawud 4/353. Sumber: https://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/videos/719535888146472

sedihsulit

Doa Berlindung Dari Fitnah Dan Azab Neraka, Dan Keburukan Kekayaan Dan Kemiskinan

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Abu Daud no. 1543. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Sumber: https://rumaysho.com/1105-doa-berlindung-dari-keburukan-kaya-dan-miskin.html

umum

Doa Ketika Dihadang Atau Diancam Orang Jahat

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Muslim 3005. Keterangan: Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang kisah ashabul ukhdud dan perjalanan pemuda soleh bersama raja yang zalim. Dalam kisah itu, sang pemuda soleh ini berkali-kali diancam oleh raja agar meninggalkan ajaran islam dan hendak dibunuh oleh sang raja dengan beraneka macam cara, namun semuanya gagal. Yang pertama, raja menyuruh prajuritnya untuk membawa pemuda ini ke puncak gunung. Setelah sampai di puncak, lemparkan dia jika tidak mau keluar dari Islam. Sesampainya di puncak gunung, pemuda soleh ini berdoa: (doa di atas). Gunung itupun berguncang, hingga para prajurit itu berjatuhan. Sang pemuda selamat dan dia mendatangi raja sendirian. Kemudian sang raja menyuruh beberapa prajuritnya untuk membawa anak ini di atas perahu dan dibawa ke tangah lautan. Jika sampai di tengah, ceburkan dia ke laut. Setelah sampai di tengah laut, sang pemuda ini berdoa dengan doa yang sama: (doa di atas). Perahu itupun terbalik dan semua tenggelam, namun Allah selamatkan pemuda ini. Diantara pelajaran yang bisa kita ambil dari hadis di atas adalah doa ketika kita dihadang orang jahat atau mendapat ancaman dari orang yang hendak bertindak jahat kepada kita. Sumber: https://konsultasisyariah.com/22286-doa-ketika-dihadang-perampok.html

umum

Doa Berlindung Dari Setan, Binatang Berbisa dan 'Ain (Pandangan Mata Jahat)

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Bukhari no. 3371. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berlindunglah kalian kepada Allah dari ‘ain, karena sesungguhnya ‘ain itu haq (benar).” (HR. Ibnu Majah no. 3508 dan Al Hakim no. IV/215, Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shahiihah no. 737). Sumber: http://bbg-alilmu.com/archives/35100

umum

Doa Berlindung Dari Keburukan Tetangga, Istri, Anak, Harta Dan Teman Dekat

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Ath-Thabrani dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Ash-Shahihah: 3137. Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata, dahulu diantara doa yang dibaca Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam adalah: (doa di atas). Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=514443478604846&id=113035155412349

umum

Doa Berlindung Dari Hari, Malam, Waktu, Teman dan Tetangga Yang Buruk

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Ath-Thabrani 14227. Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 1443. Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/11747

umum

Doa Berlindung Dari Lapar Dan Khianat

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah. Doa ini memuat permintaan perlindungan dari lapar yang merupakan teman berbaring (selalu menyertai) yang paling buruk. Yaitu rasa lapar yang membuat seseorang tidak mampu menunaikan kewajibannya, dan mengharuskannya bergantung pada orang lain. Dan ini pun terkait erat dengan kefakiran yang sangat, sehingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam meminta perlindungan dari fitnah kefakiran. Yaitu kefakiran yang tak ada kebaikan di dalamnya, tidak pula rasa wara’, sehingga membuat orang jatuh dalam hal yang mencoreng agama dan muru’ah (kehormatannya). Dan berbagai dampak buruk akan menimpanya, bahkan bisa sampai menggadaikan agama. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam berdoa, meminta perlindungan dari lapar, karena dampaknya sangat buruk dan kentara terhadap kekuatan seseorang, baik kekuatan fisik maupun batin. Artinya bahwa kelaparan tersebut menghalangi seseorang untuk menunaikan berbagai amal ibadah. Sebab kelaparan melemahkan badan dan mengganggu pikiran, sehingga membangkitkan pikiran-pikiran busuk dan merusak. Amaliah ibadah menjadi rusak dan terbengkalai. Dan salah satu pemicunya adalah kosongnya lambung dari makanan. Badan dan pikirannya menjadi tidak stabil. Hadits ini dijadikan sebagai dalil dari suatu pendapat yang mengatakan bahwa rasa lapar semata (murni karena lapar, tidak ada tendensi karena Allah) tidak terkandung unsur pahala di dalamnya. Sedangkan khianat adalah lawan dari amanah. Dan ini sifatnya umum, mencakup hak-hak Allah seperti shalat, puasa, sedekah, zakat, dan lainnya, juga mencakup hak-hak anak manusia di antara mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” [Al-Anfal/8: 27]. Doa ini memuat permintaan perlindungan dari khianat, baik khianat terhadap hak Allah Azza wa Jalla, maupun terkait sesama hak hamba. Karena ia adalah seburuk-buruk sifat dan perilaku batin seseorang, bahkan ia adalah salah satu pertanda kemunafikan. Lihat Aunul Ma’buud 4/406, Syuruuh Sunan Ibni Majah 1246. Sumber: https://almanhaj.or.id/9771-doa-meminta-perlindungan-dari-kelaparan-dan-khianat.html

umum

Doa Bila Khawatir Hal Buruk Menimpa

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. At-Turmudzi. Ucapan hasbalah yaitu Hasbunallah adalah dzikir agung yang mengandung makna tawakkal kepada Allah, bersandar kepada-Nya, dan meminta pertolongan, bantuan dan taufik dari-Nya. Dan di antara tempat diucapkannya dzikir ini adalah saat merasa khawatir hal buruk terjadi, atau khawatir terjadinya hal yang genting. Ini seperti dalam sebuah hadits: Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bagaimana mungkin aku merasakan nyaman, sedangkan Peniup sangkakala telah memasukkan (pangkal) sangkakala ke mulutnya, ia mencari-cari dengar turunnya izin (dari Allah) kapankah ia diperintahkan untuk meniup sangkakala sehingga ia akan meniupnya.” Seakan hal itu terasa berat atas diri para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata kepada mereka, “Ucapkanlah: (dzikir di atas).” Dalam Uddatul Hishnil Hashiin dan syarahnya Tuhfat Adz-Dzaakiriin dikatakan, bila menurut perkiraannya akan turun bencana (bala) atau perkara genting akan menimpa, maka hendaknya ia mengucapkan dzikir tersebut. Bala atau bencana yang dimaksudkan adalah bencana apapun, meskipun kecil. Juga diucapkan kala ada perkara gawat dan genting yang terjadi, yang membuat orang yang mendengarnya menjadi takut dan gemetar, seperti halnya perkara yang diceritakan oleh Rasulullah di atas kepada para sahabat. Maka, bila ada sesuatu yang terasa berat atas diri seseorang, hendaknya ia mengucapkan doa tersebut. Karena Allah yang akan mencukupi dan menjaga kita dari apa yang akan menimpa. Dialah sebaik-baik tempat bersandar. Sumber: https://almanhaj.or.id/9745-doa-saat-khawatir-hal-buruk-menimpa.html

umum

Doa Berlindung Dari Kefakiran, Kekufuran, Kefasikan, Kedurhakaan, Kemunafikan, Sum'ah Dan Riya'

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. al-Hakim (1944) dan dishahihkan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/29265-doa-perlindungan-dari-kekufuran-munafik.html

umum

Doa Berlindung Dari Kekufuran, Kefakiran Dan Azab Kubur

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Abu Daud 5092, Nasai 5482 dan dihasankan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/29265-doa-perlindungan-dari-kekufuran-munafik.html

umum

Doa Berlindung Dari Penyakit Kulit/Belang, Gila, Kusta Dan Penyakit Berbahaya Lainnya

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Abu Dawud 1554. Keterangan: Al-barosh: penyakit yang sudah makruf, yaitu ada warna putih pada jasad yang akhirnya merubah bentuk dan penampilan. Al-junun: hilangnya akal. Al-judzam: penyakit kusta atau lepra. Sayyi-il asqom: penyakit jelek. Faedah hadits: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan dari penyakit yang jelek untuk mengajarkan kita bersabar, supaya tidak banyak mengeluh, yang akhirnya membuat kita luput dari pahala. Penyakit-penyakit yang disebutkan di sini punya dampak jelek pada penampilan dan fisik, sehingga bisa membuat orang lain menjauh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak meminta perlindungan dari semua penyakit karena sakit sendiri dapat membersihkan dosa asalkan mau bersabar. Setiap orang bisa saja tertimpa sakit. Namun ujian yang paling berat adalah yang dihadapi oleh para nabi lalu orang di bawahnya lagi. Sumber: https://yufidia.com/4860-doa-mohon-dilindungi-dari-penyakit-berbahaya.html dan https://rumaysho.com/21766-doa-meminta-perlindungan-dari-penyakit-kulit-gila-dan-berbagai-penyakit-jelek.html

umum

Doa Berlindung Dari Kefakiran, Kekurangan, Kehinaan, Dan Dari Menzalimi Atau Dizalimi

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. An-Nasaa-i, Shahiih An-Nasaa-i III no. 5046. Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/10722

umum

Doa Berlindung Dari Fitnah Dan Siksa Neraka, Fitnah Dan Siksa Kubur, Fitnah Kekayaan Dan Kefakiran, Dan Fitnah Dajjal

Doa Berlindung Dari Keburukan

HR. Bukhari. Sumber: https://yufidia.com/5876-doa-berlindung-dari-fitnah-harta.html

umum

Doa Sapu Jagad

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

Doa di atas sama dengan doa dalam hadits berikut: Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa doa yang paling sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah, “Allaahumma aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil aakhiroti hasanah, wa qinaa 'adzaaban-naar. (Artinya: Ya Allah, karuniakan kepada kami kebaikan di dunia, dan kebaikan di akhirat, dan selamatkanlah kami dari siksa neraka).” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, 8:187-188; Muslim, no. 2690]. Penjelasan Hadits: Imam Muslim menambahkan dalam riwayatnya, “Jika Anas radhiyallahu ‘anhu hendak berdoa, ia pasti berdoa dengan doa tersebut. Jika ia hendak berdoa dengan doa yang lain, ia pun menyisipkan doa tersebut di dalamnya.” (HR. Muslim, no. 2690). Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan, “Tidaklah seorang nabi maupun orang saleh berdoa melainkan mereka menggunakan doa ini.” (Fath Al-Bari, 2:322). Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan, “Doa sapu jagad ini berisi permintaan kebaikan di dunia seluruhnya dan dihindarkan dari seluruh kejelekan. Yang dimaksud kebaikan dunia adalah nikmat kesehatan, rumah yang lapang, istri yang penuh dengan kebaikan, rezeki yang luas, ilmu yang bermanfaat, amal saleh, kendaraan yang menyenangkan, pujian yang baik, serta kebaikan-kebaikan lainnya dengan berbagai ungkapan dari pakar tafsir. Apa yang disebutkan oleh para ulama pakar tafsir semuanya tidaklah saling bertentangan. Karena seluruh kebaikan dunia tercakup dalam doa tersebut. Adapun kebaikan di akhirat yang diminta dalam doa ini tentu saja lebih tinggi dari kebaikan di dunia yaitu dimasukkannya ke dalam surga, dibebaskan dari rasa khawatir (takut), diberi kemudahan dalam hisab (perhitungan amalan) di akhirat, serta berbagai kebaikan akhirat lainnya. Adapun permintaan diselamatkan dari siksa neraka mengandung permintaan agar kita dibebaskan dari berbagai sebab yang menjerumuskan ke dalam neraka, yaitu dengan dijauhkan dari berbagai perbuatan yang haram dan dosa, dan diberi petunjuk untuk meninggalkan hal-hal syubhat (yang masih samar/abu-abu) dan hal-hal yang haram.” (Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhim, 2:122). Imam Nawawi rahimahullah berkata mengenai pengertian doa tersebut, “Pendapat yang lebih tepat mengenai tafsiran ‘kebaikan di dunia’ adalah ibadah dan ‘afiyah (kesehatan). Adapun ‘kebaikan di akhirat’ adalah surga dan ampunan Allah. Ada juga ulama yang mengatakan bahwa kebaikan di situ bersifat umum untuk seluruh kebaikan di dunia dan akhirat.” (Syarh Shahih Muslim, 17:13). Faedah Hadits: Dianjurkan memperbanyak doa ini karena doanya yang singkat dengan lafazh yang sedikit, namun sudah berisi permintaan kebaikan dunia dan akhirat. Doa dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kebanyakannya memakai doa ini dan ini diambil dari ayat, doa ini kandungannya padat mencakup doa seluruhnya, yaitu di dalamnya terdapat permintaan nikmat dunia, nikmat akhirat, dan diselamatkan dari siksa neraka. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum semangat menjaga sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menerapkannya. Sumber: https://rumaysho.com/19550-doa-sapu-jagat-paling-sering-dibaca-nabi.html

umum

Doa Agar Setiap Urusan Berakhir Baik

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

HR. Ahmad 4/181. Kata Syaikh Syu'aib Al Arnauth, periwayat hadits ini tsiqoh kecuali Ayyub bin Maysaroh. Telah meriwayatkannya dua orang dan Ibnu Hibban menyebutkannya dalam ats tsiqoot. Sedangkan Busr bin Arthoh terdapat perselisihan akan shahihnya. Penjelasan: Makna "jadikan baik akhir setiap urusan kami": jadikanlah setiap urusan kami itu baik dan thoyib. Karena setiap amalan tergantung pada akhirnya. Maka jadikanlah setiap amalan kami itu baik, diridhoi oleh-Mu, tetapkanlah kami terus dalam keadaan baik sehingga kami kembali pada-Mu dalam keadaan yang paling baik. Makna "lindungi kami dari bencana dunia": yaitu dari musibah, berbagai tipu daya, kejelekan dan kehinaan di dalamnya. Makna "azab akhirat": yaitu dari seluruh siksa di akhirat karena kalimatnya adalah umum (sebab adanya idhofah pada isim jenis), artinya mencakup seluruh siksaan yang ada di akhirat. Doa ini mengandung permintaan agar diberi keselamatan, juga rasa aman dari segala sisi. Karena barangsiapa yang terselamatkan dari kehinaan dunia dan siksa di akhirat, maka ia telah mendapatkan kebaikan besar di dunia negeri. Jika terselamatkan, berarti ia selamat dari segala kejelekan. Doa ini benar-benar adalah doa yang jawami'ul kalim (ringkas, syarat makna, mencakup berbagai hal). Sumber: https://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/photos/pb.145491612217572.-2207520000.1437500130./659391974160864 dan http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3284-doa-agar-baik-dalam-amalan-akhir.html

umum

Doa Memohon Kesabaran, Teguh Pendirian Dan Pertolongan Terhadap Orang Kafir

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

Sumber: http://rumaysho.com/amalan/kiat-agar-semangat-tidak-kendor-dalam-belajar-islam-3315

umum

Doa Berlindung Dari Kesesatan Dan Memohon Rahmat

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

Sumber: http://rumaysho.com/amalan/kiat-agar-semangat-tidak-kendor-dalam-belajar-islam-3315

umum

Doa Agar Mudah Melakukan Kebaikan, Meninggalkan Kemungkaran, Mencintai Orang Miskin Dan Berlindung Dari Fitnah

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

HR. Ahmad 22109, Turmudzi 3541, dan dishahihkan al-Albani. Keutamaan Doa: Doa ini diajarkan oleh Allah kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, agar dibaca ketika shalat. Ini menunjukkan nilai keistimewaan doa ini. Hingga Allah perintahkan Nabi-Nya untuk membacanya dalam shalat. Dalam hadis dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan mimpi beliau. Dalam mimpi itu, beliau bertemu Allah. Salah satu yang diajarkan, “Wahai Muhammad, jika kamu shalat, bacalah doa: (doa di atas).” Disamping itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara khusus memerintahkan untuk mempelajari dan memahami kandungan makna doa ini. Dalam riwayat Turmudzi terdapat tambahan, pernyataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Kalimat ini benar, karena itu hafalkan dan pelajari kandungannya.” (HR. Turmudzi 3543). Sumber: https://konsultasisyariah.com/25877-doa-perlindungan-dari-fitnah.html

umum

Doa Agar Mudah Melakukan Kebaikan, Meninggalkan Kemungkaran, Mencintai Orang Miskin, Memohon Ampun Dan Rahmat Dan Berlindung Dari Fitnah

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

HR. Tirmidzi no. 3235 dan Ahmad 5: 243, dan dishahihkan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

umum

Doa Meminta Segala Sesuatu Yang Pernah Diminta Nabi

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

HR. Ahmad 25019, Ibnu Majah 3846 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

umum

Doa Berlindung Dari Memohon Yang Tidak Diketahui, Serta Memohon Ampun Dan Rahmat (Doa Nabi Nuh)

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

umum

Doa Memohon Agar Tidak Dihukum Dan Dibebani Yang Berat, Serta Memohon Maaf, Ampun, Rahmat Dan Pertolongan Terhadap Orang Kafir

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

Sumber: https://muslim.or.id/26012-doa-doa-dari-al-quran-1.html

umum

Doa Memohon Keamanan Negeri Dan Berlindung Dari Syirik (Doa Nabi Ibrahim)

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

umum

Doa Agar Kaum Muslimin Disatukan Hatinya, Diberi Petunjuk Dan Keselamatan, Dijauhkan Dari Perbuatan Keji, Diberkahi Diri Dan Keluarga, Diterima Taubat Dan Dijadikan Hamba Yang Bersyukur

Doa Memohon Kebaikan Dan Berlindung Dari Keburukan

HR. Abu Daud no. 969, dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini juga dikeluarkan oleh Al-Baihaqi dalam Al-Qadha’ wa Al-Qadr dari hadits Abu Daud, asalnya dikeluarkan oleh Tirmidzi. Kesimpulannya, Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih. Sumber: https://rumaysho.com/16229-khutbah-jumat-ya-allah-satukanlah-hati-kami.html

umum

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu 1

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu

HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 1/210, 390 dan 414, Muslim 4/1857. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu 2

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu

HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 8/441, lihat pula Shahih At-Tirmidzi 2/103, 2/235, dan Musnad Ahmad 5/218. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu 3

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu

Allah berfirman dalam surat al-Kahfi, “Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu 'maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah' (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (Al-Kahfi [18]: 39). Ayat ini dijadikan dalil sebagian ulama terkait kapan kita dianjurkan mengucapkan Masya Allah. Dalam ayat ini, orang mukmin menasehatkan kepada temannya pemilik kebun yang kafir, agar ketika masuk kebunnya dia mengucapkan, “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah” sehingga kebunnya tidak tertimpa hal yang tidak diinginkan. Ketika menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Utsaimin mengatakan, “Selayaknya bagi seseorang, ketika dia merasa kagum dengan hartanya, agar dia mengucapkan, 'maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah' sehingga dia kembalikan segala urusannya kepada Allah, bukan kepada kemampuannya. Dan terdapat riwayat, bahwa orang yang membaca itu ketika merasa heran dengan apa yang dimilikinya, maka dia tidak akan melihat sesuatu yang tidak dia sukai menimpa hartanya.” (Tafsir Surat al-Kahfi, ayat: 39). Sumber: https://konsultasisyariah.com/24593-kapan-kita-mengucapkan-subhanallah-dan-masyaallah.html

umum

Bacaan Bila Perkara Dunia Membuat Takjub

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu

HR. Bukhari 2834, Muslim 1805. Syaikh Ibnul Utsaimin –rahimahullah– mengatakan: Rasul –shallallahu’alaihi wasallam– dahulu bila melihat suatu perkara dunia yang membuatnya takjub, beliau mengatakan: (ucapan di atas). Karena bila seseorang melihat suatu perkara dunia yang membuatnya takjub, mungkin saja dia meliriknya, sehingga dia berpaling dari Allah. Oleh karena itu beliau mengatakan “labbaik” sebagai jawaban panggilan Allah azza wajalla, kemudian beliau memantapkan hatinya dengan mengatakan “Sungguh kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat“. Karena kehidupan yang membuatmu takjub ini adalah kehidupan yang pasti sirna, sedang kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat. Oleh karena itu, termasuk diantara sunnah ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan di dunia ini adalah mengucapkan: (ucapan di atas). (Syarah Mumti‘, 3/124). Imam Syafi’i –rahimahullah– mengatakan: Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam– mengucapkannya di momen yang paling membahagiakan dan paling menyusahkan. (Nihayatul Mathlab, karya Al Juwaini, 4/237-238). Sumber: https://muslim.or.id/21680-sunnah-yang-terlupakan-ucapan-innal-aisya-aisyul-akhirah.html

umum

Bacaan Agar Tidak Terpedaya Kenikmatan Dan Kemewahan Dunia

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu

HR. Al-Bukhari dan Muslim. Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/9939

umum

Pujian Kepada Allah Sebelum Berdoa

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. Abu Dawud, An-Nasa-i dan At-Tirmidzi. Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata, “shahih”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang berdoa: (doa di atas), lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh ia telah memohon kepada Allah dengan menggunakan Nama-Nya yang jika Dia dimintai dengan nama tersebut, Dia pasti memberi, dan jika Dia diseru dengan nama tersebut, Dia pasti mengabulkan.” Bisa juga dengan cara menyebut nama-nama Allah yang sesuai dengan isi doa yang kita sampaikan. Misalnya, kita mohon ampunan maka kita menyebut nama Allah “Al-Ghaffar” atau “Al-Ghafur” (yang Maha Pengampun). Sumber: http://bbg-alilmu.com/archives/19074 dan https://konsultasisyariah.com/4677-bagaimana-cara-memuji-allah-dan-bersalawat-sebelum-berdoa.html

umum

Doa Bersin

Beberapa Adab Dan Keutamaan

Lantas saudara atau temannya mengucapkan: يَرْحَمُكَ اللَّهُ Yarhamukallaah. Semoga Allah memberi rahmat kepadaMu. Bila teman atau saudaranya mengucapkan demikian, bacalah: يَهْدِيْكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ Yahdiikumullaahu wa yushlihu baalakum. Semoga Allah memberi petunjuk kepadamu dan memperbaiki keadaanmu. HR. Al-Bukhari 7/125. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Bila Orang Kafir Bersin Lalu Memuji Allah

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. At-Tirmidzi 5/82, Ahmad 4/400, Abu Daud 4/308. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 2/354. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Kepada Orang Yang Berbuat Baik Kepadamu

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. At-Tirmidzi 2035, lihat Shahihul Jami' 6244, Shahih At-Tirmidzi 2/200. Usamah bin Zaid berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang dibuatkan kepadanya kebaikan, lalu ia mengatakan kepada pelakunya: (doa di atas), maka sungguh ia telah benar-benar meninggikan pujian." HR. Tirmidzi dan dishahihkan oleh Al Albani di dalam kitab Shahih Al Jami', no. 6368. Sumber: Hisnul Muslim dan http://muslim.or.id/akhlaq-dan-nasehat/jazakallah-khoiron-membalas-orang-lain-yang-berbuat-baik.html

umum

Jawaban Kepada Orang Yang Berkata: Ghafarallaahu Laka

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. Ahmad 5/82, An-Nasa'i dalam 'Amalul Yaum wal Lailah halaman 218, no. 421. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Jawaban Kepada Orang Yang Berkata: Uhibbuka Fillaah

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. Abu Dawud 4/333. Al-Albani menyatakan, hadits tersebut hasan dalam Shahih Sunan Abi Dawud 3/965. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Jawaban Kepada Orang Yang Berkata: Baarakallaahu Fiika

Beberapa Adab Dan Keutamaan

Ibnu Sunni h. 138, no. 278, lihat Al-Waabilush Shayyib Iibnil Qayyim, hal. 304. Tahqiq Muhammad Uyun. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Kepada Orang Yang Anda Caci

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/171, Muslim 4/2007, dan kalimatnya: "Jadikanlah sebagai pembersih dan rahmat." Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Bila Dipuji Orang

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 761. Isnad hadits tersebut dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adabul Mufrad no. 585. Kalimat dalam kurung tambahan Al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman 4/228 dari jalan lain. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Ketika Marah

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. Al-Bukhari 7/99, Muslim 4/2015. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Bacaan Ketika Takut

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 6/181, Muslim 4/2208. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Jawaban Kepada Orang Kafir Yang Mengucapkan Salam

Beberapa Adab Dan Keutamaan

HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/42, Muslim 4/1705. "Apabila ahli kitab mengucapkan salam kepadamu, jawablah: (jawaban di atas)." Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Ucapan Ketika Melihat Kemungkaran

Beberapa Adab Dan Keutamaan

Keterangan: Sebuah kemungkaran, baik perkataan maupun perbuatan, dimaknai sebagai hal-hal yang bertentangan dengan syariat atau hal-hal lain yang mengganggu orang-orang beriman. Ada banyak dalil yang diungkapkan para ulama tentang ucapan tasbih ketika terjadinya kemungkaran. Salah satunya adalah dalam surat An-Nur: 16 yang mengisahkan kisah al-Ifku, yaitu berita dusta tentang perzinahan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha. Allah berfirman, “Dan mengapa kamu tidak berkata, di waktu mendengar berita bohong itu, ‘Sekali-kali tidaklah pantas bagi kita memperkatakan ini. Maha Suci Engkau (Ya Tuhan kami), ini adalah dusta yang besar.’” [1] Al-Baghawiy dalam tafsirnya menyebutkan, “Bahwa lafadz ‘subhaanaka’ dalam ayat bermakna ‘ta’ajjub’/heran.” [2] Imam Al-hafizh Ibnu Katsir menuturkan, “Yaitu Maha Suci Allah ketika ungkapan (dusta) ditujukan kepada Istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sekaligus istri dari kekasih Allah.” [3] Apa yang diungkapkan oleh Ahlu al-Ifki, sebutan bagi mereka yang menyebarkan berita bohong terhadap ‘Aisyah, merupakan kemungkaran yang besar, oleh karena itu disyariatkan mengucapkan tasbih ketika mendengarnya. Ini sebagai penyucian kepada Allah karena kedustaan yang menimpa keluarga nabi. [4] Lisan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha Yang Bertasbih Jauh sebelum ayat itu turun, ketika mendengar gosip dan kedustaan yang dipublikasikan oleh ahlul ifki saat itu, Aisyah pun bertasbih sambil menuturkan, “Subhaanallah, orang-orang telah membicarakan ini?” [5] Sebagian Sahabat Juga Bertasbih Ketika mendengar kedustaan ini, para sahabat juga bertasbih kepada Allah. Mereka bertutur, “Subhaanallah, tidak pantas bagi kami membicarakan ini. Ini adalah kedustaan yang besar.” [6] Ungkapan para sahabat ini menegaskan bahwa ungkapan “subhaanallah” adalah sebagai pelajaran bagi kaum muslimin untuk memuliakan, memuji dan mengagungkan Allah ketika mendengar ungkapan mungkar lagi dusta tentang kaum muslimin lainnya. Para ulama, dari hadits ‘Aisyah tentang kisah al-Ifk, menyebutkan salah satu faidah bahwa disyari’atkan mengucapkan tasbih ketika ta’ajjub/heran terhadap terjadinya kemungkaran atau mendengar hal-hal yang dusta. [7] [1] An-Nur [24]: 16. [2] Lihat Tafsir al-Baghawiy hal 26 jilid 6, al-Maktabah asy-Syamilah. [3] Lihat Tafsir Ibn Katsir hal 29 jilid 6, al-Maktabah asy-Syamilah. [4] Lihat kitab at-Tasbih fiy al-Kitab was Sunnah, hal 24 Jilid 2. [5] Potongan hadits panjang tentang kisah tuduhan dusta terhadap ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha diriwayatkan Bukhari dan Muslim. [6] Fath al-Baari hal 470 jilid 4. Dikutip dari kitab at-Tasbih fiy al-Kitab was Sunnah, hal 25 Jilid 2. Sumber: https://muslim.or.id/21710-mengucapkan-subhanallah-ketika-melihat-kemungkaran.html

umum

Doa Istighfar/Taubat 1

Istighfar Dan Taubat

HR. Abu Dawud 2/85, At-Tirmidzi 5/569, Al-Hakim, dan menurut pendapatnya hadits di atas adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 1/511, Al-Albani menyatakan hadits tersebut adalah shahih. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/182, Jami'ul Ushul li ahaditsir Rasul 4/389-390 dengan tahqiq Al-Arnauth. Rasul Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang membaca: (doa di atas) maka Allah mengampuninya, sekalipun dia pernah lari dari perang." Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Istighfar/Taubat 2

Istighfar Dan Taubat

HR. Bukhari no. 834 dan Muslim no. 2705. Sumber: BBG Al-Ilmu (BlackBerry Group)

umum

Doa Istighfar/Taubat 3

Istighfar Dan Taubat

HR. Ahmad, at-Tirmidzi, Abu Dawud, an-Nasa'i dalam al-Kubra, al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, Ibnu Hibban, ath-Thabrani dalam al-Kabiir. Dishahihhkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud no. 1342. Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=340569015961100&id=113035155412349

umum

Lafal Dzikir 1

Lafal Dzikir Dan Keutamaannya

HR. Al-Bukhari 7/168, Muslim 4/2071. Nabi Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang membaca: (dzikir di atas) 100x dalam sehari, maka akan dihapuskan dosa-dosanya, meskipun sebanyak buih di lautan." Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Lafal Dzikir 2 (Tasbih Malaikat)

Lafal Dzikir Dan Keutamaannya

HR. Muslim no.2731. Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ditanya: Kalimat apakah yang paling mulia? Beliau menjawab: "Kalimat yang Allah pilihkan untuk malaikat dan untuk para hambanya: (dzikir di atas)." Tentang tasbih para malaikat, Allah nyatakan dalam firman-Nya: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (Al-Baqarah [2]: 30). Kalimat (dzikir di atas) itulah cara bertasbih malaikat

umum

Lafal Dzikir 3 (Dua Kalimat Yang Ringan Di Lisan, Berat Di Timbangan)

Lafal Dzikir Dan Keutamaannya

HR. Al-Bukhari 7/168 dan Muslim 4/2072. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Dua kalimat yang ringan di lidah, pahalanya berat di timbangan (hari Kiamat) dan disenangi oleh Tuhan Yang Maha Pengasih, adalah: (dzikir di atas)." Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Lafal Dzikir 4 (Pohon Kurma Di Surga)

Lafal Dzikir Dan Keutamaannya

HR. At-Tirmidzi 5/511 dan Al-Hakim 1/501. Menurut pendapatnya, hadits tersebut shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya. Lihat pula Shahihul Jami' 5/531 dan Shahih At-Tirmidzi 3/160. "Barangsiapa yang membaca: (dzikir di atas), maka ditanam untuknya sebatang pohon kurma di Surga." Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Lafal Dzikir 5

Lafal Dzikir Dan Keutamaannya

HR. Muslim 4/2072. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Sungguh, apabila aku membaca: (dzikir di atas) adalah lebih senang bagiku dari apa yang disinari oleh matahari terbit." Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Lafal Dzikir 6 (Doa Dan Dzikir Terbaik)

Lafal Dzikir Dan Keutamaannya

Sedang dzikir yang terbaik adalah: لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ Laa ilaaha illallaah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah. HR. At-Tirmidzi 5/462, Ibnu Majah 2/1249, Al-Hakim 1/503. Menurut Al-Hakim, hadits tersebut adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya, Lihat pula Shahihul Jami' 1/362. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Lafal Dzikir 7 (Pahalanya Lebih Besar Daripada Dzikir Sehari Semalam)

Lafal Dzikir Dan Keutamaannya

HR. Imam Nasa’i 6/50 hadits no 9994, Ibnu Khuzaimah 1/371 hadits nomor 754 dan Imam Thabrani 8/238 hadits no. 7930. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam kitab Shahihul Jami’ no 2615. Suatu saat Nabi -shallallahu alaihi wasallam- melihat Abu Umamah -radhiallahu anhu- menggerakkan bibirnya, maka beliau bertanya, “Apa yang sedang kau baca wahai Abu Umamah?” Dia menjawab, “Aku sedang berdzikir kepada Allah.” Beliau mengatakan, “Maukah aku tunjukkan kepadamu dzikir yang pahalanya lebih banyak dari dzikirmu selama sehari semalam?” Kemudian beliau mengajarinya: (dzikir di atas), dan beliau berpesan, “Ajarkanlah dzikir ini kepada orang-orang setelahmu.” Sumber: http://www.madinatulquran.or.id/dzikir-yang-sangat-dahsyat-pahalanya dan http://jilbab.or.id/archives/2153-berdzikir-sekali-mendapat-pahala-berdzikir-sepanjang-malam-dan-siang-hari

umum

Khutbah Hajah (Doa Pembuka Majelis)

Doa Terkait Majelis

Hadits shahih. Shahih Nasa'i no. 1331, Muslim II: 592 no. 467 dan Nasa'i III: 188. Kapan Khutbah Ini Diucapkan? Pengantar khotbah ini diucapkan ketika ada hajat dan kebutuhan yang hendak disampaikan. Di antaranya adalah ketika hendak melakukan akad nikah atau menyampaikan khotbah jumat. Terdapat keterangan lain, sebagaimana disebutkan dalam riwayat berikut: Syu’bah bertanya kepada gurunya, Abu Ishaq, “Apakah ini khusus untuk khutbah nikah atau boleh dibaca pada kesempatan lain?” Jawab Abu Ishaq, “Diucapkan pada setiap acara yang penting.” (Sunan Al-Kubra, karya Al-Baihaqi, no. 13604). Syu’bah bin Hajjaj adalah salah satu perawi hadis yang menyebutkan tentang khutbatul hajah. Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullaah berkata, “…Sesungguhnya khutbah ini dibaca sebagai pembuka setiap khutbah, apakah khutbah nikah, atau khutbah Jumat, atau yang lainnya (seperti ceramah, mengajar dan yang lainnya-pent.), tidak khusus untuk khutbah nikah saja, sebagaimana disangka oleh sebagian orang…” (Khutbatul Hajah (hal. 36), cet. I/ Maktabah al-Ma’arif). Sumber: https://almanhaj.or.id/1348-akad-nikah-khutbah-nikah-mahar-maskawin.html, https://almanhaj.or.id/3230-syarat-rukun-dan-kewajiban-dalam-aqad-nikah.html dan https://khotbahjumat.com/mukaddimah-khutbah-jumat

umum

Doa Dalam Majelis

Doa Terkait Majelis

HR. At-Tirmidzi dan Imam hadis lain, lihat pula di Shahih At-Tirmidzi 3/153, Shahih Ibnu Majah 2/321, dan lafal hadis tersebut menurut riwayat At-Tirmidzi. Dari Ibnu Umar katanya: adalah pernah dihitung bacaan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam dalam satu majelis 100x sebelum beliau berdiri, yaitu: (doa di atas). Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Penceramah/Pembicara Kepada Dirinya Dan Peserta Majelis

Doa Terkait Majelis

HR. At-Tirmidzi no. 3502, dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani. Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, “Jarang sekali Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri dari suatu majelis sampai beliau berdoa dengan doa-doa ini untuk para sahabatnya: (doa di atas).”

umum

Doa Kafaratul Majelis (Penghapus Dosa Majelis)

Doa Terkait Majelis

HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih. HR. Tirmidzi no. 3433. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang duduk di suatu majelis lalu banyak senda guraunya (kalimat yang tidak bermanfaat untuk akhiratnya), maka hendaklah ia mengucapkan sebelum bangun dari majelisnya itu: (doa di atas), maka diampuni baginya dosa-dosa selama di majelisnya itu.” Doa ini disebut sebagai doa Kafaratul Majelis (penghapus dosa majelis) atau Khatimah Majelis (penutup majelis), karena doa ini menjadi penghapus dosa bagi orang yang ikut duduk dalam majelis itu. Doa ini menjadi penghapus dosa, karena isinya pengakuan terhadap tauhid dan permohonan ampun kepada Allah. Ibnu Rajab mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengakhiri majelis beliau dengan doa kafaratul majelis dan beliau perintahkan agar semua majelis diakhiri dengan doa itu. Beliau juga mengabarkan, bahwa jika majelis itu sia-sia maka doa ini menjadi kafarah baginya. Doa ini juga diriwayatkan dari sekelompok sahabat.” (Fathul Bari, 3/345). Doa ini diucapkan ketika akan berpisah atau akan selesai dari suatu majelis. Majelis ini tidak mesti dengan duduk-duduk. Pokoknya setiap pembicaraan atau obrolan biasa apalagi diyakini ada perkataan sia-sia yang terucap, maka doa kafaratul majelis sangat dianjurkan untuk dibaca. Jika suatu majelis atau tempat obrolan yang membicarakan hal akhirat maupun hal dunia, lantas di dalamnya tidak terdapat dzikir pada Allah, sungguh sangat merugi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak ada dzikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, no. 4855; Ahmad, 2: 389. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih). Tentu kita tidak mau menjadi orang yang merugi dalam setiap waktu kita. Karenanya, jadikanlah akhir majelis dengan istighfar dan bacaan doa kafaratul majelis. Hadits lain terkait doa ini: Dari Abu Barzah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan ketika di akhir (pertemuan) ketika beliau akan bangun dari majelis: (doa di atas). Lantas ada seseorang yang berkata, ‘Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan ucapan yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya.’ Beliau menjawab, ‘Itu adalah kafarat bagi dosa yang terjadi selama di dalam majelis.’ (HR. Abu Daud, Al-Hakim Abu ‘Abdillah dalam Al-Mustadrak dari riwayat ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha dan ia mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih). [HR. Abu Daud no. 4859, Ahmad 4:425. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan]. Sumber: https://rumaysho.com/17134-doa-kafaratul-majelis.html, https://rumaysho.com/13241-keutamaan-doa-kafaratul-majelis.html dan https://konsultasisyariah.com/24008-baca-dzikir-ini-agar-tidak-menyesal.html

umum

Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa

Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa

HR. Abu Dawud 2/89. Menurut pendapat Al-Hakim dan disepakati Adz-Dzahabi: Hadits di atas adalah shahih 2/142. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Bila Takut Kezaliman Penguasa

Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa

HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 707. Dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Adab Al-Mufrad no. 545. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Untuk Mengalahkan Musuh

Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa

HR. Muslim 3/1362. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Untuk Mengalahkan Musuh Dan Memohon Kemenangan

Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa

HR. Bukhari dan Muslim. Sumber: https://khotbahjumat.com/5149-meminta-kemenangan-dengan-doa.html

umum

Doa Bila Takut Kepada Suatu Kaum

Doa Bertemu Musuh Dan Penguasa

HR. Muslim 4/2300. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Berlindung Dari Orang Zalim (Doa Nabi Musa)

Doa Berlindung Dari Orang Zalim Dan Orang Kafir

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

umum

Doa Berlindung Dari Keburukan Orang Kafir (Doa Nabi Ibrahim)

Doa Berlindung Dari Orang Zalim Dan Orang Kafir

Sumber: https://muslim.or.id/26031-doa-doa-dari-al-quran-2.html

umum

Doa Sujud Tilawah

Beberapa Doa Terkait Shalat

HR. At-Tirmidzi 2/474. Ahmad 6/30 dan Al-Hakim. Menurut Al-Hakim, hadits tersebut shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujui pendapatnya 1/220. Sedang tambahannya: Fatabaarakallaahu menurut riwayat Adz-Dzahabi sendiri. Sumber: Hisnul Muslim.

umum

Doa Qunut Witir

Beberapa Doa Terkait Shalat

HR. Empat penyusun kitab Sunan, Ahmad, Ad-Darimi, Al-Hakim dan Al-Baihaqi. Sedang doa yang ada di antara dua kurung, menurut riwayat Al-Baihaqi. Lihat Shahih At-Tirmidzi 1/144, Shahih Ibnu Majah 1/194 dan Irwa'ul Ghalil, oleh Al-Albani 2/172. Ketika witir, disyariatkan untuk melakukan qunut di rakaat terakhir. Hadits selengkapnya: Dari Hasan bin Ali radhiyallahu 'anhuma, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajariku beberapa kalimat, yang hendaknya kuucapkan ketika qunut shalat witir: (doa di atas). Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/272729346160464

umum

Doa Di Akhir Shalat Witir

Beberapa Doa Terkait Shalat

HR. An-Nasa'i 1747, Abu Daud 1427 dan Turmudzi 3566, dinilai shahih oleh Al-Albani. Hadis selengkapnya: Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: Bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam di penghujung shalat witirnya, beliau membaca: (doa di atas). Kapankah doa ini dibaca? Pada hadits di atas tidak dijelaskan kapan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membaca doa tersebut ketika shalat witir. Dalam catatan untuk Sunan An-Nasa'i, As-Sindi mengatakan: Keterangan beliau "di penghujung shalat witirnya, beliau membaca…" mungkin maknanya adalah beliau baca di akhir tahajud, sehingga itu termasuk doa qunut, sebagaimana isyarat keterangan An-Nasa'i, mungkin juga dimaknai bahwa doa ini dibaca ketika duduk tasyahud akhir, dan ini makna yang tersirat dari hadis tersebut. (Dinukil dari Bughyatul Mutathawi', hlm. 30). Akan tetapi disebutkan dalam kitab Amalul Yaum wa Lailah karya An-Nasai, demikian pula ibnu Sunni, bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengatakan: Saya menginap di rumah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di suatu malam. Ketika beliau usai shalat dan bersiap di tempat tidurnya, beliau membaca: (doa di atas). (Muntaqa Amalul yaum wa Lailah An-Nasai, hlm. 25). Diantara kebiasaan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau kembali ke tempat tidur seusai melaksanakan shalat tahajud. Sambil mempersiapkan tempat tidurnya, beliau membaca doa tersebut. Sementara itu, disebutkan dalam riwayat yang lain, dari A'isyah radhiyallahu 'anha, beliau mengatakan: Saya kehilangan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam di suatu malam, ternyata aku dapati beliau dalam keadaan sedang sujud, dan dua kaki beliau dipancangkan, sementara beliau membaca: (doa di atas). (HR. Ahmad 25655, An-Nasa'i 1100, Ibn Majah 3841, Ibnu Hibban dalam shahihnya 1932, Ibn Khuzaimah dalam shahihnya 655, dan dishahihkan Al-Albani). Kesimpulan: Berdasarkan dua riwayat ini, dapat kita simpulkan bahwa ada dua tempat untuk membaca doa ini ketika witir atau tahajud: Setelah shalat witir. Ketika sujud dalam shalat. Allahu a'lam. Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/271923406241058

umum

Bacaan Setelah Salam Shalat Witir

Beberapa Doa Terkait Shalat

HR. An-Nasai 3/244, Ad-Daruquthni dan beberapa imam hadis yang lain. Sedang kalimat antara dua tanda kurung adalah tambahan menurut riwayatnya 2/31. Sanadnya shahih, lihat Zadul Ma'ad yang ditahqiq oleh Syu'aib Al-Arnauth dan Abdul Qadir Al-Arnauth 1/337. Keterangan: Tidak ada doa setelah tarawih maupun di sela tarawih. Yang ada adalah doa setelah witir. Berikut beberapa doa setelah witir yang diajarkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Subhaanal malikil qudduus. (Maha suci Allah, Raja Yang Maha suci). Hadis Selengkapnya: Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setelah salam shalat witir, beliau membaca: Subhaanal malikil qudduus. (HR. Abu Daud 1430, dishahihkan Al-Albani). Dalam riwayat Nasa'i dari Abdurrahman bin Abza radhiyallahu 'anhu, terdapat tambahan: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melakukan witir dengan membaca surat Al-A'la (rakaat pertama), surat Al-Kafirun (rakaat kedua), dan surat Al-Ikhlas (rakaat ketiga). Setelah salam, beliau membaca: Subhaanal malikil qudduus 3x. Beliau keraskan yang ketiga. (HR. Nasa'i 1732 dan dishahihkan Al-Albani). Dalam riwayat yang lain, terdapat tambahan: "Beliau baca panjang yang ketiga." (HR. Nasa'i 1734 dan dishahihkan Al-Albani). Tambahan "Rabbil Malaaikati war Ruuh": Disebutkan dalam riwayat Thabrani adanya tambahan: Rabbil Malaaikati war Ruuh. (Tuhannya para malaikat dan Jibril). Dari Ubay bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, beliau mengatakan: Di bagian akhir beliau membaca: Rabbil Malaaikati war Ruuh. (HR. Ad-Daruquthni 1660. Dalam fatwa islam (no. 14093) dinyatakan: sanadnya shahih, dan disebutkan Ibnul Qoyim dalam Zadul Ma'ad 1/323). Dari beberapa riwayat di atas, dapat kita simpulkan terkait bacaan doa ini: Doa ini dibaca tepat setelah salam shalat witir. Doa ini dibaca 3x. Pada bacaan kali ke-3, dikeraskan dan dipanjangkan "Subhaaanal malikil qudduuuuu … ss". Disambung dengan membaca "Rabbil malaaikati war ruuh…". Kalimat: "Subbuuhun qudduusun rabbul malaaikati war ruuh": Kalimat termasuk salah satu doa yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam ketika rukuk atau sujud. A'isyah radhiyallahu 'anha mengatakan: Bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca doa ketika rukuk dan sujud beliau: "Subbuuhun qudduusun… dst". (HR. Muslim 487). Mengingat lafal "Subbuuhun qudduusun… dst" adalah doa sujud atau rukuk ketika shalat, sehingga tambahan ini tidak ada hubungannya dengan shalat witir. Karena tidak perlu dibaca seusai witir. Allahu a'lam. Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/271175212982544

umum

Doa Setelah Shalat Istikharah

Beberapa Doa Terkait Shalat

HR. Al-Bukhari 7/162. Tata Cara Shalat Istikharah Istikharah dilakukan ketika seseorang bertekad untuk melakukan satu hal tertentu, bukan sebatas lintasan batin. Kemudian dia pasrahkan kepada Allah. 1. Bersuci, baik wudhu atau tayammum. 2. Melaksanakan shalat dua rakaat. Shalat sunnah dua rakaat ini bebas, tidak harus shalat khusus. Bisa juga berupa shalat rawatib, shalat tahiyatul masjid, shalat dhuha, dll, yang penting dua rakaat. 3. Tidak ada bacaan surat khusus ketika shalat. Artinya cukup membaca Al-Fatihah (ini wajib) dan surat atau ayat yang dihafal. 4. Berdoa setelah salam dan dianjurkan mengangkat tangan. Caranya: membaca doa di atas (atau doa di halaman selanjutnya). 5. Selesai doa dia langsung menyebutkan keinginannya dengan bahasa bebas. Misalnya: bekerja di perusahaan A, atau menikah dengan B, atau berangkat ke kota C, dst. 6. Banyak orang beranggapan bahwa jawaban istikharah akan Allah sampaikan dalam mimpi. Ini adalah anggapan yang yang sama sekali tidak berdalil, karena tidak ada keterkaitan antara istikharah dengan mimpi. 7. Melakukan apa yang menjadi tekadnya. Jika menjumpai halangan, berarti itu isyarat bahwa Allah tidak menginginkan hal itu terjadi pada anda. 8. Apapun hasil akhir setelah istikharah, itulah yang terbaik bagi kita. Meskipun bisa jadi tidak sesuai dengan harapan sebelumnya. Karena itu, kita harus berusaha ridha dan lapang dada dengan pilihan Allah untuk kita. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan dalam doa di atas, dengan menyatakan “kemudian jadikanlah aku ridha dengannya”, maksudnya adalah ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun tidak sesuai keinginanku. Hadits: Jabir bin Abdillah Radhiallahu'anhu berkata, “Adalah Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam mengajari kami shalat Istikharah untuk memutuskan segala sesuatu, sebagaimana mengajari surah Al-Quran. Beliau bersabda, ‘Apabila seseorang di antara kamu mempunyai rencana untuk mengerjakan sesuatu, hendaknya melakukan shalat sunnah (Istikharah) dua rakaat, kemudian bacalah: (doa di atas).’” Tidak menyesal orang yang beristikharah kepada Al-Khaliq dan bermusyawarah dengan orang-orang mukmin dan berhati-hati dalam menangani persoalannya. Allah Ta'ala berfirman, “… dan bermusyawarahlah kepada mereka (para sahabat) dalam urusan itu (peperangan, perekonomian, politik dan lain-lain). Bila kamu telah membulatkan tekad, bertawakkallah kepada Allah…” (Ali Imran [3]: 159). Sumber: Hisnul Muslim dan https://konsultasisyariah.com/8754-tata-cara-shalat-istikharah.html

umum

Doa Setelah Shalat Dhuha

Beberapa Doa Terkait Shalat

HR. Bukhari dalam al-Adab al-Mufrod 217 no. 619. Dishahihkan oleh al-Albani. Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaksanakan shalat dhuha kemudian Beliau berucap: (doa di atas). Beliau mengulangnya hingga 100 kali.” Sumber: http://www.salamdakwah.com/baca-pertanyaan/dzikir-sholat-dhuha.html

umum