Doa Berlindung Dari Keburukan Anggota Badan

Doa Berlindung Dari Keburukan
#umum

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

Allaahumma innii a'uudzu bika min syarri sam'ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii.

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, kejelekan pada penglihatanku, kejelekan pada lisanku, kejelekan pada hatiku, dan kejelekan pada mani atau kemaluanku.

HR. An-Nasa’i no. 5446, Abu Daud no. 1551, Tirmidzi no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

Doa Lain dengan Kategori 'Doa Berlindung Dari Keburukan'

Doa Menolak Firasat Buruk/Sial

HR. Ahmad 2/220, Ibnus Sunni no. 292, dan lihat Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 1065. Sumber: Hisnul Muslim.

Doa Berlindung Dari Hilangnya Nikmat, Berubahnya Kesehatan/Keselamatan, Siksa Dan Murka Allah

HR. Muslim no. 2739. Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dia berkata, “Di antara doa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah: (doa di atas).”

Doa Berlindung Dari Beratnya Cobaan, Kesengsaraan Yang Hebat, Keburukan Takdir Dan Kegembiraan Musuh

HR. Al-Bukhari no. 6347 dan Muslim no. 2707. Muttafaqun ‘alaih.

Doa Berlindung Dari Sifat Lemah, Malas, Pengecut Dan Pikun

HR. Muslim no. 2706. Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=431129640269564&id=113035155412349

Doa Berlindung Dari Sifat Malas, Pengecut/Lemahnya Hati, Pikun/Usia Tua Dan Kikir

HR. Bukhari. Bukhari: 83-Kitab Ad Da'awaat, 41-Bab Meminta Perlindungan dari Umur yang Sulit Untuk Beramal. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa meminta perlindungan melalui doa: (doa di atas). Sumber: BBG Al-Ilmu (BlackBerry Group)

Doa Berlindung Dari Sifat Lemah, Malas, Pengecut, Pikun, Kikir, Siksa Kubur Dan Fitnah Kehidupan Dan Kematian

HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa membaca doa: (doa di atas).

Doa Berlindung Dari Sifat Malas, Pikun, Dosa, Hutang, Fitnah Dan Azab Kubur, Fitnah Dan Azab Neraka, Fitnah Kekayaan Dan Kemiskinan Dan Fitnah Dajjal

HR. Bukhari 6368. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

Doa Berlindung Dari Sifat Pengecut, Pikun, Fitnah Dunia Dan Azab Kubur

HR. Bukhari 2822. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

Doa Berlindung Dari Keburukan Amal

HR. Muslim 2716. Sumber: https://konsultasisyariah.com/21758-kumpulan-doa-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

Doa Agar Musibah Tidak Menimpa Agama Dan Agar Dunia Bukan Sebagai Tujuan

Doa Berlindung Dari Keburukan Doa Agar Musibah Tidak Menimpa Agama Dan Agar Dunia Bukan Sebagai Tujuan وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِنَا، وَلَا تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا، وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا Wa laa taj'al mushiibatanaa fii diininaa, wa laa taj'alid-dunyaa akbaro hamminaa, wa laa mablagho 'ilminaa. (Ya Allah) Janganlah Engkau jadikan musibah pada kami menimpa agama kami. Janganlah Engkau jadikan dunia (harta dan kemewahan) sebagai cita-cita terbesar kami, jangan juga sebagai tujuan utama dari ilmu kami. HR. At-Tirmidzi V/528 no.3502, An-Nasa'I dalam As-Sunan Al-Kubro VI/106, Al-Hakim I/528 dan Ibnu As-Sunny dalam Amalul Yaum wa Al-Lailah no.445. Derajat hadits tersebut hasan (baik), sebagaimana dinyatakan oleh syaikh Al-Albani di dalam Shohih Sunan At-Tirmidzi III/168 no.2783 dan Shohih Al-Jami’ I/400. Keterangan: Makna “Janganlah Engkau jadikan musibah pada kami menimpa agama kami”: janganlah Engkau menimpakan kepada kami suatu musibah yang menyebabkan berkurang atau hilangnya agama dan keimanan kami, seperti musibah berbuat kemurtadan, kemusyrikan dan kekufuran, atau memiliki keyakinan yang sesat dan batil, atau melalaikan kewajiban dan bermalas-malasan dalam menjalankan ketaatan, melakukan hal-hal yang haram, atau berkuasanya orang-orang kafir dan munafik atas kaum muslimin dsb. Demikianlah maksud doa Nabi di atas, karena musibah dalam urusan agama merupakan sebesar-besarnya musibah yang menimpa seorang hamba di dunia, dan hal ini akan menyebabkan kesengsaraan dan kebinasaannya di akhirat kelak. Sumber: https://abufawaz.wordpress.com/2013/02/01/musibah-terbesar-adalah-musibah-yang-menimpa-agama-seorang-hamba

Doa Berlindung Dari Keburukan Anggota Badan

HR. An-Nasa’i no. 5446, Abu Daud no. 1551, Tirmidzi no. 3492. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan.

Doa Berlindung Dari Kesusahan, Kesedihan, Lemah, Malas, Kikir, Penakut, Lilitan Hutang Dan Penindasan Orang

HR. Al-Bukhari 7/158. Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam senantiasa membaca doa ini, lihat kitab Fathul Baari 11/173. Sumber: Hisnul Muslim.

Doa Berlindung Dari Kesusahan, Kesedihan, Lemah, Malas, Penakut, Kikir, Lilitan Hutang Dan Penguasaan Orang

HR Abu Dawud 4/353. Sumber: https://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/videos/719535888146472

Doa Berlindung Dari Fitnah Dan Azab Neraka, Dan Keburukan Kekayaan Dan Kemiskinan

HR. Abu Daud no. 1543. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Sumber: https://rumaysho.com/1105-doa-berlindung-dari-keburukan-kaya-dan-miskin.html

Doa Ketika Dihadang Atau Diancam Orang Jahat

HR. Muslim 3005. Keterangan: Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang kisah ashabul ukhdud dan perjalanan pemuda soleh bersama raja yang zalim. Dalam kisah itu, sang pemuda soleh ini berkali-kali diancam oleh raja agar meninggalkan ajaran islam dan hendak dibunuh oleh sang raja dengan beraneka macam cara, namun semuanya gagal. Yang pertama, raja menyuruh prajuritnya untuk membawa pemuda ini ke puncak gunung. Setelah sampai di puncak, lemparkan dia jika tidak mau keluar dari Islam. Sesampainya di puncak gunung, pemuda soleh ini berdoa: (doa di atas). Gunung itupun berguncang, hingga para prajurit itu berjatuhan. Sang pemuda selamat dan dia mendatangi raja sendirian. Kemudian sang raja menyuruh beberapa prajuritnya untuk membawa anak ini di atas perahu dan dibawa ke tangah lautan. Jika sampai di tengah, ceburkan dia ke laut. Setelah sampai di tengah laut, sang pemuda ini berdoa dengan doa yang sama: (doa di atas). Perahu itupun terbalik dan semua tenggelam, namun Allah selamatkan pemuda ini. Diantara pelajaran yang bisa kita ambil dari hadis di atas adalah doa ketika kita dihadang orang jahat atau mendapat ancaman dari orang yang hendak bertindak jahat kepada kita. Sumber: https://konsultasisyariah.com/22286-doa-ketika-dihadang-perampok.html

Doa Berlindung Dari Setan, Binatang Berbisa dan 'Ain (Pandangan Mata Jahat)

HR. Bukhari no. 3371. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berlindunglah kalian kepada Allah dari ‘ain, karena sesungguhnya ‘ain itu haq (benar).” (HR. Ibnu Majah no. 3508 dan Al Hakim no. IV/215, Lihat Silsilah Al Ahaadits Ash Shahiihah no. 737). Sumber: http://bbg-alilmu.com/archives/35100

Doa Berlindung Dari Keburukan Tetangga, Istri, Anak, Harta Dan Teman Dekat

HR. Ath-Thabrani dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Ash-Shahihah: 3137. Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, ia berkata, dahulu diantara doa yang dibaca Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam adalah: (doa di atas). Sumber: https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=514443478604846&id=113035155412349

Doa Berlindung Dari Hari, Malam, Waktu, Teman dan Tetangga Yang Buruk

HR. Ath-Thabrani 14227. Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah no. 1443. Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/11747

Doa Berlindung Dari Lapar Dan Khianat

HR. Abu Daud, An-Nasa’i, Ibnu Majah. Doa ini memuat permintaan perlindungan dari lapar yang merupakan teman berbaring (selalu menyertai) yang paling buruk. Yaitu rasa lapar yang membuat seseorang tidak mampu menunaikan kewajibannya, dan mengharuskannya bergantung pada orang lain. Dan ini pun terkait erat dengan kefakiran yang sangat, sehingga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam meminta perlindungan dari fitnah kefakiran. Yaitu kefakiran yang tak ada kebaikan di dalamnya, tidak pula rasa wara’, sehingga membuat orang jatuh dalam hal yang mencoreng agama dan muru’ah (kehormatannya). Dan berbagai dampak buruk akan menimpanya, bahkan bisa sampai menggadaikan agama. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa salam berdoa, meminta perlindungan dari lapar, karena dampaknya sangat buruk dan kentara terhadap kekuatan seseorang, baik kekuatan fisik maupun batin. Artinya bahwa kelaparan tersebut menghalangi seseorang untuk menunaikan berbagai amal ibadah. Sebab kelaparan melemahkan badan dan mengganggu pikiran, sehingga membangkitkan pikiran-pikiran busuk dan merusak. Amaliah ibadah menjadi rusak dan terbengkalai. Dan salah satu pemicunya adalah kosongnya lambung dari makanan. Badan dan pikirannya menjadi tidak stabil. Hadits ini dijadikan sebagai dalil dari suatu pendapat yang mengatakan bahwa rasa lapar semata (murni karena lapar, tidak ada tendensi karena Allah) tidak terkandung unsur pahala di dalamnya. Sedangkan khianat adalah lawan dari amanah. Dan ini sifatnya umum, mencakup hak-hak Allah seperti shalat, puasa, sedekah, zakat, dan lainnya, juga mencakup hak-hak anak manusia di antara mereka. Allah Azza wa Jalla berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” [Al-Anfal/8: 27]. Doa ini memuat permintaan perlindungan dari khianat, baik khianat terhadap hak Allah Azza wa Jalla, maupun terkait sesama hak hamba. Karena ia adalah seburuk-buruk sifat dan perilaku batin seseorang, bahkan ia adalah salah satu pertanda kemunafikan. Lihat Aunul Ma’buud 4/406, Syuruuh Sunan Ibni Majah 1246. Sumber: https://almanhaj.or.id/9771-doa-meminta-perlindungan-dari-kelaparan-dan-khianat.html

Doa Bila Khawatir Hal Buruk Menimpa

HR. At-Turmudzi. Ucapan hasbalah yaitu Hasbunallah adalah dzikir agung yang mengandung makna tawakkal kepada Allah, bersandar kepada-Nya, dan meminta pertolongan, bantuan dan taufik dari-Nya. Dan di antara tempat diucapkannya dzikir ini adalah saat merasa khawatir hal buruk terjadi, atau khawatir terjadinya hal yang genting. Ini seperti dalam sebuah hadits: Dari Abu Sa’id al-Khudri Radhiyallahu anhu berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, “Bagaimana mungkin aku merasakan nyaman, sedangkan Peniup sangkakala telah memasukkan (pangkal) sangkakala ke mulutnya, ia mencari-cari dengar turunnya izin (dari Allah) kapankah ia diperintahkan untuk meniup sangkakala sehingga ia akan meniupnya.” Seakan hal itu terasa berat atas diri para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata kepada mereka, “Ucapkanlah: (dzikir di atas).” Dalam Uddatul Hishnil Hashiin dan syarahnya Tuhfat Adz-Dzaakiriin dikatakan, bila menurut perkiraannya akan turun bencana (bala) atau perkara genting akan menimpa, maka hendaknya ia mengucapkan dzikir tersebut. Bala atau bencana yang dimaksudkan adalah bencana apapun, meskipun kecil. Juga diucapkan kala ada perkara gawat dan genting yang terjadi, yang membuat orang yang mendengarnya menjadi takut dan gemetar, seperti halnya perkara yang diceritakan oleh Rasulullah di atas kepada para sahabat. Maka, bila ada sesuatu yang terasa berat atas diri seseorang, hendaknya ia mengucapkan doa tersebut. Karena Allah yang akan mencukupi dan menjaga kita dari apa yang akan menimpa. Dialah sebaik-baik tempat bersandar. Sumber: https://almanhaj.or.id/9745-doa-saat-khawatir-hal-buruk-menimpa.html

Doa Berlindung Dari Kefakiran, Kekufuran, Kefasikan, Kedurhakaan, Kemunafikan, Sum'ah Dan Riya'

HR. al-Hakim (1944) dan dishahihkan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/29265-doa-perlindungan-dari-kekufuran-munafik.html

Doa Berlindung Dari Kekufuran, Kefakiran Dan Azab Kubur

HR. Abu Daud 5092, Nasai 5482 dan dihasankan al-Albani. Sumber: https://konsultasisyariah.com/29265-doa-perlindungan-dari-kekufuran-munafik.html

Doa Berlindung Dari Penyakit Kulit/Belang, Gila, Kusta Dan Penyakit Berbahaya Lainnya

HR. Abu Dawud 1554. Keterangan: Al-barosh: penyakit yang sudah makruf, yaitu ada warna putih pada jasad yang akhirnya merubah bentuk dan penampilan. Al-junun: hilangnya akal. Al-judzam: penyakit kusta atau lepra. Sayyi-il asqom: penyakit jelek. Faedah hadits: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meminta perlindungan dari penyakit yang jelek untuk mengajarkan kita bersabar, supaya tidak banyak mengeluh, yang akhirnya membuat kita luput dari pahala. Penyakit-penyakit yang disebutkan di sini punya dampak jelek pada penampilan dan fisik, sehingga bisa membuat orang lain menjauh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak meminta perlindungan dari semua penyakit karena sakit sendiri dapat membersihkan dosa asalkan mau bersabar. Setiap orang bisa saja tertimpa sakit. Namun ujian yang paling berat adalah yang dihadapi oleh para nabi lalu orang di bawahnya lagi. Sumber: https://yufidia.com/4860-doa-mohon-dilindungi-dari-penyakit-berbahaya.html dan https://rumaysho.com/21766-doa-meminta-perlindungan-dari-penyakit-kulit-gila-dan-berbagai-penyakit-jelek.html

Doa Berlindung Dari Kefakiran, Kekurangan, Kehinaan, Dan Dari Menzalimi Atau Dizalimi

HR. An-Nasaa-i, Shahiih An-Nasaa-i III no. 5046. Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/10722

Doa Berlindung Dari Fitnah Dan Siksa Neraka, Fitnah Dan Siksa Kubur, Fitnah Kekayaan Dan Kefakiran, Dan Fitnah Dajjal

HR. Bukhari. Sumber: https://yufidia.com/5876-doa-berlindung-dari-fitnah-harta.html