Bacaan Bila Perkara Dunia Membuat Takjub

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu
#umum

بَّيْكَ، إِنَّ الْعَيْشَ عَيْشُ الْآخِرَةِ

Labbaik, innal 'aisya 'aisyul aakhiroh.

Aku penuhi panggilanmu ya Allah, sungguh kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat.

HR. Bukhari 2834, Muslim 1805. Syaikh Ibnul Utsaimin –rahimahullah– mengatakan: Rasul –shallallahu’alaihi wasallam– dahulu bila melihat suatu perkara dunia yang membuatnya takjub, beliau mengatakan: (ucapan di atas). Karena bila seseorang melihat suatu perkara dunia yang membuatnya takjub, mungkin saja dia meliriknya, sehingga dia berpaling dari Allah. Oleh karena itu beliau mengatakan “labbaik” sebagai jawaban panggilan Allah azza wajalla, kemudian beliau memantapkan hatinya dengan mengatakan “Sungguh kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat“. Karena kehidupan yang membuatmu takjub ini adalah kehidupan yang pasti sirna, sedang kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat. Oleh karena itu, termasuk diantara sunnah ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan di dunia ini adalah mengucapkan: (ucapan di atas). (Syarah Mumti‘, 3/124). Imam Syafi’i –rahimahullah– mengatakan: Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam– mengucapkannya di momen yang paling membahagiakan dan paling menyusahkan. (Nihayatul Mathlab, karya Al Juwaini, 4/237-238). Sumber: https://muslim.or.id/21680-sunnah-yang-terlupakan-ucapan-innal-aisya-aisyul-akhirah.html

Doa Lain dengan Kategori 'Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu'

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu 1

HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 1/210, 390 dan 414, Muslim 4/1857. Sumber: Hisnul Muslim.

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu 2

HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 8/441, lihat pula Shahih At-Tirmidzi 2/103, 2/235, dan Musnad Ahmad 5/218. Sumber: Hisnul Muslim.

Bacaan Bila Kagum Terhadap Sesuatu 3

Allah berfirman dalam surat al-Kahfi, “Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu 'maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah' (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).” (Al-Kahfi [18]: 39). Ayat ini dijadikan dalil sebagian ulama terkait kapan kita dianjurkan mengucapkan Masya Allah. Dalam ayat ini, orang mukmin menasehatkan kepada temannya pemilik kebun yang kafir, agar ketika masuk kebunnya dia mengucapkan, “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah” sehingga kebunnya tidak tertimpa hal yang tidak diinginkan. Ketika menjelaskan ayat ini, Imam Ibnu Utsaimin mengatakan, “Selayaknya bagi seseorang, ketika dia merasa kagum dengan hartanya, agar dia mengucapkan, 'maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah' sehingga dia kembalikan segala urusannya kepada Allah, bukan kepada kemampuannya. Dan terdapat riwayat, bahwa orang yang membaca itu ketika merasa heran dengan apa yang dimilikinya, maka dia tidak akan melihat sesuatu yang tidak dia sukai menimpa hartanya.” (Tafsir Surat al-Kahfi, ayat: 39). Sumber: https://konsultasisyariah.com/24593-kapan-kita-mengucapkan-subhanallah-dan-masyaallah.html

Bacaan Bila Perkara Dunia Membuat Takjub

HR. Bukhari 2834, Muslim 1805. Syaikh Ibnul Utsaimin –rahimahullah– mengatakan: Rasul –shallallahu’alaihi wasallam– dahulu bila melihat suatu perkara dunia yang membuatnya takjub, beliau mengatakan: (ucapan di atas). Karena bila seseorang melihat suatu perkara dunia yang membuatnya takjub, mungkin saja dia meliriknya, sehingga dia berpaling dari Allah. Oleh karena itu beliau mengatakan “labbaik” sebagai jawaban panggilan Allah azza wajalla, kemudian beliau memantapkan hatinya dengan mengatakan “Sungguh kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat“. Karena kehidupan yang membuatmu takjub ini adalah kehidupan yang pasti sirna, sedang kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat. Oleh karena itu, termasuk diantara sunnah ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan di dunia ini adalah mengucapkan: (ucapan di atas). (Syarah Mumti‘, 3/124). Imam Syafi’i –rahimahullah– mengatakan: Rasulullah –shallallahu alaihi wasallam– mengucapkannya di momen yang paling membahagiakan dan paling menyusahkan. (Nihayatul Mathlab, karya Al Juwaini, 4/237-238). Sumber: https://muslim.or.id/21680-sunnah-yang-terlupakan-ucapan-innal-aisya-aisyul-akhirah.html

Bacaan Agar Tidak Terpedaya Kenikmatan Dan Kemewahan Dunia

HR. Al-Bukhari dan Muslim. Sumber: https://bbg-alilmu.com/archives/9939