Doa Ziarah Kubur

Doa Jenazah
#jenazah

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ، (وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ)، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

As-salaamu 'alaikum ahlad-diyaari minal mu'miniina wal muslimiin, wa innaa in syaa-allaahu bikum laa hiquun. (Wa yarhamullaahul mustaqdimiina minnaa wal musta'khiriin). Nas-alullaaha lanaa wa lakumul 'aafiyah.

Semoga keselamatan atas kalian, wahai penghuni kubur, dari kaum mukminin dan muslimin. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. (Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kita dan yang datang belakangan). Kami memohon kepada Allah untuk kami dan kalian keselamatan (dari apa yang tidak diinginkan).

HR. Muslim 2/671 dan Ibnu Majah. Lafal hadits di atas milik Ibnu Majah 1/494, sedangkan doa yang ada di antara dua kurung, menurut riwayat Muslim, 2/671. Sumber: Hisnul Muslim.

Doa Lain dengan Kategori 'Doa Jenazah'

Mengajari (Talqin) Orang Yang Akan Meninggal Dunia

HR. Abu Dawud 3/190 dan lihat Shahihul Jami' 5/432. Ketika seseorang hendak meninggal dunia, maka orang yang dicintai si sakit dianjurkan untuk mentalqin-nya. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Talqinlah orang yang hendak meninggal dengan ucapan: (kalimat di atas). Karena siapa yang kalimat terakhirnya (kalimat di atas) ketika mati, maka dia akan masuk surga pada suatu saat nanti, meskipun dia mendapatkan adzab sebelumnya. (Shahih Ibn Hiban). Hadits di atas menunjukkan bahwa talqin, yang diajarkan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dilakukan sebelum orangnya meninggal, BUKAN setelah meninggal. Caranya: Perintahkan si sakit untuk mengucapkan: (kalimat di atas). Jika dia belum mengucapkannya, ulangi perintahnya. Jika si sakit sudah mengucapkannya, maka jangan diajak bicara sedikitpun dan jangan melakukan sesuatu yang mengundang perhatian si sakit. Hendaknya yang mentalqin adalah orang terdekat si sakit, seperti ibunya, ayahnya, kakaknya, suaminya, istrinya atau yang lainnya. Artinya, tidak harus tokoh masyarakat. Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/243017882464944

Doa Memejamkan Mata Jenazah

HR. Muslim 2/634. Setelah meninggal, hendaknya mata jenazah dipejamkan dan didoakan kebaikan untuknya, seperti memohonkan ampunan dan rahmat. Dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjenguk Abu Salamah ketika meninggal, sementara matanya terbelalak, kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memejamkannya. Lalu beliau bersabda: "Sesungguhnya ruh apabila dicabut, dia diikuti oleh mata." Akhirnya keluarga Abu Salamah banyak berteriak histeris. Mendengar itu, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berpesan kepada mereka: "Janganlah kalian mendoakan keburukan untuk diri kalian, berdoalah yang baik. Sesungguhnya malaikat MENGAMINKAN apa yang kalian ucapkan." (Malaikat mengaminkan doa pentakziah). Lalu Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam berdoa: (doa di atas). Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih

Doa Belasungkawa (Ta'ziyah)

Apabila seseorang berkata seperti berikut, maka itu adalah suatu perkataan yang baik: أَعْظَمَ اللَّهُ أَجْرَكَ، وَأَحْسَنَ عَزَاءَكَ وَغَفَرَ لِمَيِّتِكَ A'zhomallaahu ajroka, wa ahsana 'azaa-aka wa ghofara limayyitik. Semoga Allah memperbesar pahalamu dan memperbagus dalam menghiburmu dan semoga diampuni mayatmu. [2] [1] HR. Al-Bukhari 2/80, Muslim 2/636. [2] An-Nawawi, Al-Adzkar, hal. 126. Sumber: Hisnul Muslim.

Doa Memasukkan Jenazah Ke Liang Kubur

HR. Abu Dawud 3/314 dengan sanad yang shahih. Sumber: Hisnul Muslim

Doa Setelah Jenazah Dimakamkan

HR. Abu Dawud 3/315 dan Al-Hakim, ia menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi 1/370. Doa ini dibaca oleh semua pengiring jenazah setelah pemakaman sempurna, sambil berdiri sejenak di samping makam. Adalah Nabi Shallallahu'alaihi wasallam apabila selesai memakamkan mayat, beliau berdiri di atasnya (di samping makam) lalu bersabda: "Mintalah ampun kepada Allah untuk saudaramu, dan mohonkan agar dia teguh dan tahan hati (ketika ditanya oleh dua malaikat), sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya." Sumber: Hisnul Muslim dan http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/posts/263488677084531

Doa Ziarah Kubur

HR. Muslim 2/671 dan Ibnu Majah. Lafal hadits di atas milik Ibnu Majah 1/494, sedangkan doa yang ada di antara dua kurung, menurut riwayat Muslim, 2/671. Sumber: Hisnul Muslim.